Sabtu, 12 Maret 2011

INDONESIA TERANCAM UAP NUKLIR JEPANG



TOKYO - Dampak meledaknya reaktor nuklir Fukushima, Jepang pasca gempa bumi 8,9 skala richter dan gelombang tsunami ternyata dapat berpengaruh ke Indonesia.

Berkaca pada pengalaman ledakan nuklir Chernobyl, Ukraina yang menewaskan ribuan penduduk, potensi efek samping ledakan di Fukushima kemungkinan bisa terjadi di Indonesia. Uap limbah reaktor nuklir yang meledak dapat tertiup angin hingga ribuan kilometer bahkan tiba di Indonesia.

"Tragedi Chernobyl itu radioaktifnya bisa terbawa angin hingga ke Skotlandia di kawasan Eropa Barat, kemungkinan itu bisa jadi ada," ujar Juru Bicara Greenpeace Asia Tenggara, Hikmat Soeriatanuwijaya saat dihubungi melalui telepon, Sabtu(12/3/2011).

Meski begitu, Hikmat belum dapat memastikan waktu yang ditempuh uap nuklir tersebut saat terhembus angin di udara. pihaknya mengaku baru akan melakukan penelitian tentang hal tersebut. Akan tetapi, melihat tragedi Chernobyl, efek negatif setelah tibanya uap di suatu tempat yang dirasakan bisa dalam jangka waktu yang lama yaitu sampai 30 tahun.

"Dampaknya itu lama sampai 30 tahun kalau sudah kena radiasi radioaktif nuklir," jelasnya.

Lebih jauh Hikmat menjelaskan efek jangka pendek yang bisa dirasakan atas radiasi limbah nuklir tersebut bisa berupa kematian pada saat itu juga. Sementara untuk jangka panjang adalah seperti penyakit kanker kulit.

"Tapi jangan sampai deh mas, sampai kesini bahaya sekali itu," tandasnya.

Seperti diketahui sebelumnya, akibat gempa bumi 8,9 Skala Richter dan gelombang tsunami besar melanda Jepang, PLTN di Fukushima meledak dan limbah nuklirnya pun menjadi momok baru bagi Jepang pasca bencana.

0 komentar:

Posting Komentar