Minggu, 22 Mei 2011

SALAK RI LARIS DI CINA DI PERCAYA TINGKATKAN LIBIDO


Permintaan ekspor salak Indonesia terus naik ke Negeri Tirai Bambu China. Ekspor salak ke China per minggunya mencapai 8 ton bahkan diperkirakan akan menembus 12 ton per minggu.

Ketua Umum Asosiasi Sayur dan Buah Indonesia Hasan Johnny Widjaja mengatakan selain dianggap eksotis, buah salak Indonesia dipercaya memiliki khasiat dalam meningkatkan libido pria oleh masyarakat China. Hingga kini China belum mampu memproduksi salak, suplai salak di Asia lebih banyak disumbang dari Indonesia, Thailand dan Malaysia.

"Salak itu dirangsang bagus buat laki-laki dari sisi libido. Importir-importir nya juga memberikan peran dalam memasarkan salak di China," kata Hasan kepadadetikFinance, Minggu (22/5/2011).

Ia mengatakan dari sekian produk buah tropis Indonesia yang sudah menembus pasar ekspor, buah salak mengalami peningkatan paling signifikan. Selain diekspor ke China, buah salak lokal juga mampu menembus pasar Singapura yang terkenal ketat.

"Khusus untuk Singapura mencapai 3-4 ton per minggu," katanya.

Hasan mengakui produksi salak Indonesia sempat mengalami penurunan karena terganggu erupsi Gunung Merapi, khususnya di wilayah Sleman Yogyakarta yang merupakan sentra produksi salak.

Saat ini, lanjut Hasan, harga salak di tingkat petani relatif masih bagus dengan harga jual Rp 6000 per kg, sementara setelah diekspor ke pasar China harganya mencapai US$ 2-3 per Kg.

Ia optimis pada tahun 2011 ekspor salak Indonesia bisa menembus 500 ton per tahun. Geliat ekspor salak begitu signifikan sejak 2009 lalu. "Salak baru bagus lagi sejak tahun itu," katanya.