Jumat, 22 April 2011

KAMERAWAN GLOBAL TV DI TAWARI LIVE LEDAKKAN BOM SERPONG


Jakarta - Apa motif kamerawan Global TV IF ikut terlibat dalam aksi bom Gereja Christ Cathedral di Serpong? Pihak polisi menyebutkan jika IF ditawari oleh perancang aksi teror P, liputan langsung di lokasi kejadian.

"IF ditawarkan jasa peliputan disiarkan secara langsung," kata Kabagpenum Mabes Polri, Kombes Boy Rafli Amar saat jumpa pers di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta Selatan, Sabtu (23/4/2011).

Menurut Boy, IF saat ini tengah menjalani pemeriksaan dan pendalaman lebih lanjut tentang keterlibatannya di jaringan tersebut. Informasi sementara, aksi tersebut akan diabadikan lalu dipublikasikan.

"Bukan kegiatan internal tapi sifatnya keluar dipublikasikan," sambungnya.

Mabes Polri menangkap seorang kamerawan stasiun televisi Global TV, IF, bersama 19 tersangka kasus bom buku dan bom Serpong, Tangerang, Banten, lainnya. Menurut Kabagpenum Mabes Polri Kombes Pol Boy Rafli Amar, peran IF adalah direkrut untuk merekam aksi teror yang direncanakan.

IF ditangkap pada Jumat (22/4/2011), pagi, di Jakarta. Saat ini, IF sudah ditetapkan sebagai tersangka.

Dengan ditangkapnya IF, total ada 20 orang tersangka kasus terorisme yang diamankan oleh Polri sejak penggerebekan pada Kamis (21/4).

VIDEO HISTERIS PENGGEMAR DAN FANS JUSTIN BIEBER


Washington: Malam nanti akan menjadi pesta bagi para penggemar penyanyi VIDEO JUSTIN BIEBER. Pria tampan kelahiran Ontario, Kanada, 14 Maret 1994 akan menggelar konser di Sentul International Conventtion Center (SICC), Bogor, Jawa Barat, Sabtu (23/4).

Di mana pun dan kapan pun penggemar Bieber berada, dijamin muncul histeria massa dan kerusuhan. Popularitas pelantun Baby ini kerap menimbulkan isu keselamatan. Beberapa konser Bieber bahkan dibatalkan karena jatuh korban luka akibat massa yang tidak terkendali.

Kecintaan penggemar Bieber yang dikenal Blieber merupakan harga mati yang sulit dibagi. Mereka kerap melontarkan kecemburuan dalam bentuk komentar miring. Bahkan ancaman pun bakal dilayangkan pada sosok yang dikabarkan memiliki hubungan khusus dengan penyanyi berjuluk perampok hati ABG ini. Dua di antaranya Kim Kardashian dan Selena Gomez.

Popularitas dan kisah sukses Bieber melesat dalam waktu singkat berawal dari Youtube. Ia telah melahirkan berbagai hits singel, album, konser, film, bahkan buku otobiografi First Step 2 Forever: My Story.

Sadar dalam peran media sosial membangun karier musiknya, hingga kini Bieber terus mengupload video situs Youtube. Bieber juga membuka account twitter untuk berkomunikasi langsung dengan penggemar-penggemarnya. Luar biasanya, dalam sehari para penggemar pemilik nama lengkap Justin Drew Bieber itu bertambah 24 ribu orang.

KESAKSIAN SEORANG TERORIS TENTANG JIHAD INDIVIDU


Asep Jaja adalah salah satu orang yang "patut" didengar pandangannya soal berbagai aksi teror di Tanah Air. Dia adalah tokoh penting Mujahidin KOMPAK, laskar yang terkenal garang saat konflik Poso dan Ambon pecah. Jaringannya di dunia teror luas. Lelaki asal Banjar, Jawa Barat, ini pernah berlatih militer di Mindanao, Filipina, pada awal tahun 2000-an. Dia lalu bahkan dihukum penjara seumur hidup karena menyerang pos Brimob di Loki, Seram, pada 2004 silam. Kini Asep mendekam di Penjara Porong, Sidoarjo, Jawa Timur.
Toh demikian, Asep menyatakan tak setuju dengan bom bunuh diri di Masjid Adz-Zikra, Markas Polres Cirebon, pertengahan Maret lalu. Apa pandangan dia tentang aksi teror yang kini sedang beralih rupa menjadi “jihad individu” itu? Berikut petikan wawancara Solahudin dengannya di Penjara Porong, Jumat lalu, 22 April 2001.
Sekarang banyak aksi pengeboman dilakukan kelompok kecil yang disebut kelompok jihad fardiyah. Apakah ini gejala baru?Secara istilah, jihad fardiyah baru. Sebelumnya tak dikenal istilah ini. Namun jihad jenis ini sudah dipraktekkan sejak lama. Kenapa saya bilang begitu, karena intinya jihad fardiyah adalah jihad yang tidak melibatkan organisasi atau jamaah jihad. Sekelompok orang bersepakat lalu menyerang musuh-musuh Islam.
Itulah yang terjadi pada Bom Bali II. Saya pernah ngobrol dengan Dulmatin. Dia bercerita bahwa aksi bom Bali dilakukan oleh sekelompok orang JI (Jamaah Islamiyah) yang melakukan aksi tanpa seijin JI. Kenapa mereka tak minta ijin? Karena JI secara organisasi melarang. Sementara Dulmatin, Imam Samudera, dan kawan-kawan, melihat bahwa hukum jihad saat ini adalah fardhu ain, oleh karena itu tak perlu ijin dari Amir (pimpinan), orang tua, keluarga, termasuk tanzim (organisasi).
Kenapa jihad fardiyah sekarang jadi tren?Salah satunya karena makin mudahnya orang untuk berjihad. Makin mudah untuk mendapat ilmu askary (ilmu militer). Siapa saja yang bersemangat ingin jihad bisa belajar ilmu-ilmu askary di Internet. Misalnya, untuk menguasai bom tidak perlu lagi pergi ke Afganistan atau Mindanao. Tinggal belajar di Internet.  Setelah menguasai ilmunya, dia bisa langsung jihad, karena dalam konsep jihad fardiyah berperang satu atau dua orang juga termasuk jihad.
Soal bom bunuh diri di Cirebon, apa pendapat Anda?Saya pribadi melihat aksi-aksi ini tidak efektif dan kurang bermanfaat. Lihat misalnya kasus Bom Cirebon. Hampir tidak ada dukungan dari umat Islam. Mayoritas mengecamnya. Bayangkan orang seperti Ustadz Abu Bakar Baasyir saja mengecam dan mengatakan pelakunya gila. Harusnya aksi jihad itu melahirkan dukungan dari umat Islam, bukan cacian.
Menurut saya kesalahan teman-teman adalah mereka tak faham fiqh waqi (fiqh realitas), mereka tidak membaca realita sosial politik, atau memperhitungkan manfaat dan mudaratnya. Modalnya hanya dalil syari saja. Ketika dalil syari membolehkan, mereka bergerak tanpa mempertimbangkan konteks sosial politik. Padahal pemahaman atas konteks sosial politik ini atau fiqh waqi ini penting sekali.
Kenapa mereka tetap melakukan aksi teror, seperti kasus Bom Serpong? Semangat yang tinggi. Saya pernah punya perasaan yang sama dengan mereka. Dulu waktu saya menyerang Pos Brimob di Loki, Seram, pada 2004, juga tidak berpikir soal manfaat atau mudaratnya. Saya hanya lihat ada kesempatan, terus kami serang. Kami tanpa pernah memikirkan waqi. Pokoknya, ada peluang kami serang. Setelah kasus Loki terbongkar, kelompok jihad di Ambon digulung. Senjata-senjata kami dirampas, orang-orangnya ditangkapi. Semua yang kami kerjakan selama bertahun-tahun jadi rusak. Saya juga sadar, saat semangat sedang tinggi tak ada orang yang bisa melarang. Bisa-bisa orang yang melarang dituding anti jihad.
Bagaimana sebenarnya strategi kelompok ini?Saya menduga mereka menganut strategi bakar sampah. Mereka pikir sampah kalau dibakar di sana-sini terus menerus, lama-lama akan habis. Persoalannya, itu bisa efektif kalau sampahnya sedikit, bukan segede gunung, apalagi ini tiap hari makin banyak orang yang buang sampah. Belum habis sampahnya, sudah nambah lagi. Nah, mereka menganut pandangan-pandangan seperti ini karena mereka kurang memahami waqi. Kebanyakan hanya pintar dalam ilmu syari dan askary saja, tapi soal waqi sangat minim. Meskipun begitu, saya tetap menghormati semangat mereka. Semoga amal mereka bisa diterima.

DEMO SURIAH RUSUH 75 TEWAS


Kerusuhan berdarah kembali melanda Suriah. Pasukan keamanan melepas tembakan dan gas air mata untuk membendung laju para demonstran anti rezim Presiden Bashar Assad di sejumlah kota, Jumat 22 April 2011 waktu setempat. Banyak jiwa melayang.

Menurut kantor berita Associated Press (AP), sedikitnya 75 Orang Tewas. Lembaga Amnesty International juga mengungkapkan bahwa diantara korban tewas terdapat seorang pria berusia 70 tahun dan dua anak, masing-masing berumur 7 dan 10 tahun.

Pembantaian itu bermula saat massa mengadakan demonstrasi secara serentak di sejumlah kota usai ibadah Shalat Jumat. Aksi ini juga berlangsung di sejumlah distrik di Ibukota Damaskus.

Jumlah korban tewas dikhawatirkan bisa bertambah, karena pihak keamanan mengantisipasi adanya rangkaian kekerasan saat banyak orang hari ini akan menguburkan para kerabat mereka yang tewas akibat penembakan Jumat kemarin. Ammar Qurabi, ketua Organisasi Nasional HAM di Suriah mengatakan bahwa 20 orang masih dinyatakan hilang.

Jumlah korban yang tewas pada kerusuhan Jumat kemarin lebih banyak dua kali dari jumlah yang terjadi pada aksi protes 8 April lalu, yang menewaskan 37 orang. Ini menunjukkan bahwa rezim Assad masih kesulitan membendung gelombang aksi demonstrasi di negeri mereka.

Dalam lebih dari lima pekan terakhir, jumlah korban tewas dalam aksi demonstrasi anti rezim Assad sebanyak hampir 300 orang

WASPADAI CUCI OTAK ALA NII


Pemberitaan mengenai korban 'cuci otak' yang diduga dilakukan organisasi Negara Islam Indonesia (NII) di Malang, Jawa Timur, membuat khawatir masyarakat. Bahkan, Sultan Hamengkubuwono X meminta masyarakat Yogyakarta untuk waspada. Kota pelajar diyakini jadi target sasaran.

Kepada VIVAnews.com, mantan pengikut NII sekaligus pendiri situs NII Crisis Centre, Ken Setiawan, menceritakan pengalamannya selama dua tahun bergabung di kelompok ini.

"Metode perekrutan mereka mulai dari pertemanan, lewat teman-teman dekat. NII punya identifikasi koban, siapa dia, apakah anak orang kaya, sudah diincar," kata Ken saat dihubungi Jumat 22 April 2011.

Namun, bukan berarti mereka hanya mengincar anak orang kaya. "Semua berpotensi jadi korban, meski tidak kaya, mereka kan bisa menipu teman-temannya, juga orangtua," tambah dia.

Ditambahkan dia, semua orang di luar mereka dianggap kafir, halal harta dan darah. Termasuk orangtua. "Orangtua dianggap kafir jika tak sepaham, tapi hartanya halal, istilahnya kita selamatkan."

Selama aktif di NII, Ken mengaku awalnya yakin menjadi bagian dari sebuah perjuangan mulia, demi agama. Ia pun rela memberikan uang demi membangun ibu kota sentral NII.

Hingga sanggup berbuat kriminal demi setoran dana. "Saya tidak meminta orangtua, tapi menghasilkan, caranya, jadi koordinasi perampokan pembantu tahun 2000-2002," kata dia.

Dijelaskan Ken, kala itu ia mengatur pengikut NII perempuan menyamar sebagai pembantu. "Kami beli semua media, koran, mencari lowongan kerja. Buat KTP palsu, teman-teman menyamar sebagai pembantu. Saat majikan pergi kita curi hartanya, karena jumlahnya banyak kesannya jadi seperti merampok," tambah dia.

Namun, modus aksi kriminal yang dilakukan zaman dahulu kini telah ditinggalkan karena dianggap berbahaya. "Mereka mengubahnya, jadi pendanaan melalui yayasan," kata Ken. Dijelaskan dia, modus terbaru NII adalah dengan menurunkan sekitar 10.000 pengikut menghimpun dana sumbangan di sejumlah titik sarana umum di wilayah Jabodetabek.

Terkait kasus Malang, di mana sejumlah mahasiswa Universitas Muhamadiyah Malang (UMM) dan Universitas Brawijaya (Unibraw) jadi korban 'CUCI OTAK' atau diculik NII, Ken menilai, bukan itu yang terjadi.

"Bukan diculik, saat bergabung di NII mereka diwajibkan memiliki disiplin tinggi, harus menyelesaikan tugas-tugas. Kerja mereka tak hanya 12 jam, tapi 24 jam. Makanya yang kuliah pasti drop out, yang kerja ke luar, yang tinggal bersama orangtua, minggat," kata dia. Tapi untuk ke luar, juga tak semudah itu.

Ia juga menilai para mahasiswa itu tak dicuci otak. "Awalnya memang tertekan, tapi karena tak ada pencerahan, dilarang komunikasi, mereka akhirnya terbiasa, bahkan menikmati."

Bagi mereka yang tak berani berontak, akan ikut arus. Tapi, banyak juga yang depresi. "Satu pihak merasa NII benar, tapi di lain sisi, kok aneh?"

Namun, Ken mengakui, tak semua hal di NII negatif. "Di sana kami belajar pendewasaan, mandiri. Karena banyak kegiatan dan tiap jam ditelepon ditanya berapa uang yang terkumpul, setelah keluar rasanya ringan, hidup jadi enteng tanpa beban," tambah dia.

Ken bahkan mengaku ikut menangani dua mahasiswa yang sempat direkrut NII. "Yang bermain semua jaringan Jakarta, kami sempat menangani dua dari mereka, karena orangtua tidak tegas, susah, mereka kembali lagi."

Berangkat dari keprihatinan dan pengalaman buruknya, Ken mendirikan NII Crisis Centre pada 2006, "Kami ingin memberikan kesaksian, pengalaman, agar orang waspada, jangan terjebak seperti kami," kata dia.

Ia juga minta pemerintah melalui Departemen Agama, juga Majelis Ulama Indonesia (MUI) membuka mata. "Ini sudah akut." Selain memuat tulisan tentang NII di situsnya itu, Ken juga menyediakan diri untuk melayani konsultasi orang atau keluarga yang merasa jadi korban. "Silakan publish nomor saya ini, 08985151228." Apa tidak takut diteror? "Bagi kami itu sudah biasa. Dulu waktu bergabung, telepon genggam kami berbunyi tiap jam.

HEBOH..DI TEMUKAN IKAN LELE 1 METER DI SELOKAN


NGANJUK- Seekor ikan lele raksasa ditemukan seorang warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur. Tak tanggung-tanggung, ikan lele itu memiliki panjang 1 meter.

Mukarom, warga Desa Gejakan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk, mengatakan setelah ditimbang ikan lele berbobot sekira 9 kilogram. Dibutuhkan tiga orang untuk memegang ikan tersebut.

Sejumlah warga terus berdatangan ingin melihat dari dekat ikan yang ditemukan di selokan besar di depan Taman Makam Pahlawan Kota Nganjuk itu.

Warga mengaku heran melihat lele sebesar itu. Padahal pada umumnya lele hanya berukuran sekira 40 sentimeter.

Mukarom mengaku menemukan ikan saat bekerja mencari ikan di selokan depan taman makam pahlawan awal pekan ini. Ikan itu didapatinya dengan cara memasukkan alat setrum ke air.

Tanpa terduga, tiba-tiba alat setrumnya mengenai dua ekor ikan lele yang berukuran sangat besar dan langsung menggelepar kesakitan.

Dalam kondisi sekarat, satu ekor ikan lele berhasil ditangkap sementara yang satu ekor berhasil meloloskan diri.

Mukarom mengaku heran dengan lele temuannya. Meski sudah lebih dari 10 tahun menjadi pencari dan pedagang ikan belum pernah menemukan atau melihat ikan lele sebesar itu.

Bahkan di peternakan ikan lele jumbo pun, dirinya belum pernah melihat ikan seperti itu.

Dia mengaku tidak akan menjual ikan itu. Menurutnya, sejak ikan dipelihara di rumahnya, dia seperti mendapat berkah karena dagangannya di pasar terasa lebih ramai.

MENGUNGKAP MISTERI SUTRADARA PEPI


Jakarta -Markas Besar Kepolisian Ri memeriksa 19 orang yang diduga melakukan aksi teror bom buku dan Serpong, Kamis 21 April 2011. Mereka hingga kini masih terus diperiksa. Polisi juga telah mengungkap inisial ke-19 orang yang didugamenjadi pelakunya itu. Mereka adalah P, J, F, P, A, A, E, R, D, S, Y, M, A, D, M, R, A, A, dan J.


Dari 19 inisial itu terdapat satu orang yang berinisial P. P, disebut-sebut pernah menjadi sutradara film dokumenter. Menurut Kepala Divisi Humas Mabes Polri, Inspektur Jenderal Anton Bachrul Alam, P pernah membuat film tentang tsunami Aceh. "Di kelompok yang kami tangkap ini, dia berperan sebagai pengorganisir," kata Anton, Jumat 22 April 2011.

Siapa P itu? Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar menyebut P itu bernama Pepi. “Menurut pengakuan tersangka lain, dia biasa dipanggil Pepi,” ujar Boy.

Dari kabar yang beredar, Pepi adalah lulusan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah (dulu Institut Agama Islam Negeri, IAIN) Jakarta. Dari penelusuran Tempo, Pepi masuk ke UIN pada 1997 dan lulus pada 2001. Di UIN, ia mengambil Fakultas Tarbiyah Jurusan Kependidikan Islam.

Namun Rektor UIN, Komaruddin Hidayat mengaku belum mengecek soal keterlibatan bekas mahasiswanya itu. "Karena ini masih libur, belum klarifikasi apakah dia anak UIN aktif atau sudah keluar," ujarnya.

UIN, kata dia, siap bekerjasama dengan kepolisian jika memang diperlukan. Ia mempersilakan kepolisian menangkap mahasiswanya jika memang ada yang terlibat terorisme. Sebaliknya, jika tidak terbukti bersalah, ia meminta agar mereka dilepas.

Benarkah Pepi --pengorganisir bom buku dan Serpong yang diciduk di Aceh- itu bekas mahasiswa UIN? Belum ada yang bisa memastikan. Namun dari penelusuran Tempo ke UIN, sejumlah bekas mahasiswa UIN mengaku kenal Pepi. Seorang temannya yang tak mau disebutkan namanya dan kini tinggal di Bandung mengatakan Pepi berasal dari Sukabumi, Jawa Barat. "Sudah tiga tahunan ini saya tidak bertemu dia lagi," katanya saat dihubungi Tempo melalui telepon selularnya.

Teman Pepi yang lain mengenal Pepi sebagai sosok yang pendiam, tidak mencolok, dan selalu berpakaian rapi. Menurut dia, di kampus, Pepi tergolong mahasiswa lulus cepat, empat tahun kuliah langsung wisuda. "Saya kenal Pepi hanya sebatas teman nongkrong," kata dia.

Menurut temannya ini, begitu lulus, Pepi pernah menjadi wartawan dan sutradara film. Namun, ia mengaku tidak tahu media apa tempat Pepi bekerja itu. Ia juga mengaku tak tahu apa film yang pernah dibuat Pepi. "Dia juga pernah menikah, tapi kemudian cerai," ujarnya.

Menurut temannya, Pepi tidak anti alkohol. Ia mengaku pernah menenggak minuman keras bersama Pepi. "Ya rame-rame," katanya
Sedangkan teman Pepi yang asal Bandung membenarkan profesi wartawan yang pernah digeluti Pepi. "Pasca wisuda jadi wartawan freelance beberapa media cetak," katanya.
Menurut teman Pepi lainnya lagi, Pepi mulai terlihat berubah menjadi berhaluan keras setelah kembali dari Aceh usai menjadi relawan korban tsunami 2004. Usai ikut relawan itu, pembawaan Pepi mulai sedikit berubah. Sehari-hari, kata sumber Tempo yang teman Pepi ini, Pepi suka berbicara soal agama. "Kalau berdebat itu dia memaksakan bahwa pandangannyalah yang paling benar. Kalau sudah ngotot, mukul," katanya.

Sang teman ini bercerita, semula, Pepi pergi ke Aceh untuk membantu teman sekampus asal negeri Rencong bernama Fadhil yang jadi korban tsunami. "Saat itu ia bergabung dengan organisasi --dia lupa nama organisasinya--biar bisa ke Aceh," katanya.

Sepulang dari Aceh itu, teman Pepi lainnya mengatakan Pepi yang dulu jarang ikut pengajian, mulau rajin ikut pengajian.

BENTROK KAYU AGUNG 5 ORANG DIPENGGAL KEPALA DI JEJER DI BAK TRUK


KAYUAGUNG - Suasana Desa Sungai Sodong hingga semalam mencekam, pasca terjadinya bentrokan antara warga dengan perusahaan perkebunan,

PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang menewaskan sekaligus 7 orang dari warga 2 orang dan 5 orang karyawan perusahaan, Selasa (22/4/2011).

Korban tewas dari warga Sungai Sodong yakni, Indra Syafei (18) dan Matchan (21) itu, bagian kepala nyaris putus dan dihujani tembakan. Sedangkan dari pihak karyawan perusahaan yang tewas ada 5 orang yakni, Hambali, Sabar, Halis, Abdi serta Agus.

Dua korban terakhir kepalanya dipotong. Dan tragisnya potongan kepalanya tadi dijemur bak truk perusahaan secara berjejer.

Seperti diberitakan sebelumnya bentrokan terjadi antara warga dan pihak perusahaan. Kemarahan warga diduga akibat aksi dari pihak perusahaan yang lebih dulu menghabisi dua orang warga.

Pengamatan Sripo (Grup Tribunnews.com) di lapangan, di Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji tadi, begitu mencekam.

Memang, warga sempat dihalangi oleh petugas untuk melintas dari jalur darat. Tetapi, warga berdatangan dari jalur sungai. Ketika, Sripo menginjakan kaki di Desa Sungai Sodong itu, disambut oleh warga yang sudah bersiap-siap dengan senjata tajam dan pedang di tangan maupun terselip dipinggang.

Tidak hanya itu, warga juga menyimpan senjata tajam mereka dipinggiran hutan untuk mengantisipasi serangan dari pihak perusahaan yang mengerahkan para preman bayaran.

Di rumah korban Indra Syafei dan Matchan tadi masih dipenuhi parakerabat, karena kedua korban rumahnya berdekatan hanya terpisah oleh jalan setapak. Apalagi kedua korban ini masih bersaudara. Jenazah Indra Syafei dan Matchan sebelum sholat Jumat sudah dimakamkan di pemakaman desa.

Setelah pemakaman warga masih berkumpul disekitar rumah korban. Ketika wartawan datang, mereka menyambutnya dengan baik.

Begitu ditanya mengenai kejadian berdarah itu, orang tua korban Ahmat Tutul menceritakan dengan gamblang. "Kejadiannya berawal anak saya ini hendak membeli sesuatu ke desa tetangga. Belum sempat membeli, motor anak saya dihadang oleh preman perusahaan dan terjadilah perkelahian dan akhirnya anak dan keponakan saya tewas dibunuh," kata Ahmad.

Warga yang mengetahuinya memberi kabar warga lain dan akhirnya warga berkumpul dan membawa kedua korban pulang. "Saya tidak tahu lagi pak selanjutnya," kata Ahmad.

Sementara itu, saat Sripo menuju perusahaan yang berjarak 4 kilometer yang ditempuh dengan jalan merah dan berlumpur. Disana tidak ada seorangpun karyawan yang berada di mess. Saat bentrokan kemarin, mess karyawan ini diobrak-abrik warga. Karyawan yang ada di sana kemudian dibunuh secara sadis. Badan diikat di tiang
listrik dan kepalanya dipotong.

Ada juga yang dibuang diperkebunan dengan kondisi sudah disemblih. Kepala karyawan yang disembelih tadi diletakan diatas bak mobil truk.

Mess yang kosong itu kini dijaga Sat Brimob Polda Sumsel Pimpinan Kepala Detasemen (Kaden) A Kompol M Rendra Salipu SIk.

Dari puluhan pintu rumah karyawan perusahaan tadi, semuanya dirusakdan dihancur. Hanya saja satu bangunan yang masih kokoh dan tidak dirusak oleh warga yakni, bangunan masjid. Kalau bangunan lainnyadipecah dan dirusak termasuk kendaraan yang ada di lokasi perusahaanyang ada dibakar hingga tinggalkan puing-puing saja.

"Semua rumah dan kendaraan yang ada disini dirusak warga. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi, ada anak yang berusia 2 tahun menangis melihat orang tuanya sudah simbah darah darah didepan teras rumah dari pukul 14.00 hingga pukul 09.00 pagi," kata salah seorang polisi yang minta namanya tidak disebutkan.

Ahirnya lima jenazah berhasil dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Kayuagung untuk diotopsi.

KAMERAWAN GLOBAL TV DITANGKAP TERKAIT AKSI BOM SERPONG


Salah satu kamerawan Global TV ditangkap oleh pihak Detasemen Khusus 88 karena diduga terlibat dengan aksi teror Bom Serpong.
Saat dihubungi VIVAnews, Sabtu 23 April 2011 dini hari, Direktur Pemberitaan News Global TV Arya Sinulingga mengakui bahwa dirinya mendapat kabar mengenai penangkapan salah seorang wartawan Global TV, pada Jumat 22 April 2011 sore.
"Saya tahu pertama kali dari kawan wartawan Global TV yang meliput di Mabes Polri," kata Arya. Setelah itu, ia melakukan konfirmasi kepada Mabes Polri, dan ternyata memang ada seorang tersangka yang mengaku dirinya bekerja di Global TV.
Kabar yang beredar di kalangan wartawan Mabes Polri, wartawan Global TV tersebut berinisial IF dan bekerja seagai kamerawan di bagian produksi. Namun, Arya menolak untuk membenarkan inisial atau identitas lebih spesifik. "Kami tidak menyebut nama atau inisial," katanya.
Lebih lanjut, Arya mengatakan hingga kini pihaknya belum bisa memastikan secara fisik apakah tersangka yang dimaksud memang benar-benar karyawan perusahaannya atau bukan.
Sebab, hingga kini pihaknya juga belum bisa menemuinya, karena yang bersangkutan masih berada dalam pemeriksaan.
Yang jelas, hingga kini pihak keluarga karyawan Global TV itu pun tidak tahu keberadaannya hingga kini, dan yang bersangkutan juga tidak muncul di kantor sejak Jumat kemarin.
Arya mengatakan, pihaknya terus memantau perkembangan pemeriksaan oleh polisi. "Besok akan kita klarifikasi hingga jelas semuanya," katanya.
Diperkirakan, pihak Global TV akan datang ke Mabes Polri, pada Sabtu siang.

PERJALANAN KARIR JUSTIN BIEBER

















Justin Drew Bieber atau yang lebih dikenal dengan nama Justin Bieber adalah penyanyi pop dan R&B muda asal Canada. Bieber menjadi sensasi di Amerika Serikat pada tahun 2009 setelah video kompetisi menyanyi lokal yang diikutinya beredar di internet.

VIDEO PERISAPAN KONSER JUSTIN BIEBER DI JAKARTA


Penyanyi asal Kanada, Justin Bieber, yang akan menggelar konsernya di Sentul International Convention Center (SICC), Bogor esok sudah tiba di Jakarta hari ini, 22 April 2011. Ia tiba pukul 14.55 WIB dengan maskapai Malaysia Airlines (MAS).

Dengan pengawalan yang sangat ketat, Bieber langsung menuju hotel. Tetapi pihak promotor tidak memberitahu hotel tempat menginap Bieber selama di Jakarta, dengan alasan keamanan.

"Dia langsung dibawa ke hotel yang tidak bisa kita beritahu, yang pasti hotel bintang lima," kata Rizka, perwakilan promotor konser Justin Bieber di Indonesia, saat dihubungi VIVAnews.

Selama di Jakarta, menurut Rizka tidak ada konfrensi pers atau wawancara khusus dengan penyanyi yang digosipkan dekat dengan Selena Gomez itu. Pihak promotor juga tidak memberitahu aktivitas Bieber malam ini.

"Kegiatan malam ini kami tidak bisa beritahu kepada media, yang pasti mempersiapkan untuk konser esok malam," kata Rizka.

Pihak promotor juga mengungkapkan bahwa rombongan kru Bieber yang terdiri dari sekitar 50 orang, akan mendarat secara bertahap di Bandara Soekarno Hatta mulai hari ini. Konser Justin Bieber di Jakarta, 23 April besok merupakan bagian dari tur musik "Justin Bieber 

VIDEO TROFI REAL MADRID PIALA COPA DEL REY JATUH TERLINDAS BUS


Madrid - Keberhasilan Real Madrid meraih gelar Juara Copa Del Rey, setelah mengalamai paceklik gelar selama hampir tiga tahun, dirayakan pemain dan puluhan ribu suporter secara meriah di Plaza de Cibeles, jantung kota MadridKamis (21/4) dinihari. Tapi saat perayaan berlangsung trofi jatuh dari atas bus dan terlindas.
Para pemain memasuki area selebrasi yang disesaki 60 ribu orang itu dengan menaiki bus terbuka. Saat Sergi Ramos mendapat giliran memegang Trofi, ia kurang hati-hati sehingga trofi itu jatuh. Sialnya, bus langsung menggilasnya.
"Trofi itu jatuh, jatuh," kata Ramos. "Tapi tak rusak."
Namun, saksi mata melihat, trofi itu tak utuh lagi. Sejumlah petugas mengumpulkan kepingan yang pecah dan mengembalikkannya ke dalam bus. Hingga perayaan berakhir, trofi itu tak pernah tampak lagi.
Madrid merebut trofi Copa del Rey itu setelah mengalahkan Barcelona 1-0 dalam partai final di Stadion Mestalla, Rabu waktu setempat. Gol tunggal Cristiano Ronaldo di babak perpanjangan waktu memastikan El Merengues unggul 1-0 dan mengakhiri penantian selama 18 tahun di ajang itu. Gelar juara itu juga jadi yang pertama bagi Madrid sejak 2008.
“Setelah dua musim yang rumit, memenangi trofi ini sungguh melegakan," kata Kapen Madrid Iker Casillas.

SUTARADARA P ADALAH PEPI OTAK BOM SERPONG


Detasemen Khusus 88 menangkap terduga otak pelaku bom buku dan bom di Serpong. Menurut informasi yang didapatVIVAnews, tiga terduga teroris  ditangkap di Desa Merduati, Banda Aceh, pukul 04.00, Kamis 21 April 2011.

Ketiganya dibawa ke Jakarta sekitar pukul 10.00 hari yang sama menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Dari tiga yang ditangkap, satu adalah orang Aceh yang diduga menyembunyikan, dua lainnya dari Jakarta. Salah satunya adalah seorang sutradara film berinisial P.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar membenarkan penangkapan tersebut. "Saya belum tahu yang mana sutradara, tapi bisa dibilang P adalah otak.  Sementara dari hasil pemeriksaan memang bisa dikategorikan  sebagai unsur pimpinan grup mereka," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Jumat 22 April 2011.

Apakah benar P adalah sutradara? "Kami belum tahu posisinya apa," jawab Boy.

Kesimpulan sementara, lanjut dia, bisa dibilang kelompok di balik peredaran bom buku dan bom di Serpong adalah kelompok pemuda. "Banyak di antara mereka sarjana," kata Boy. "Dari (universitas) dalam (negeri)."

Soal dugaan keterkaitan dengan jaringan lama, Boy mengatakan kegiatan kelompok ini dapat dikategorikan memiliki platform yang sama dengan kelompok-kelompok di masa lalu. "Cara dan dan tujuan mereka sama, tapi apakah terkait belum ada petunjuk atau alat bukti lain," jelas Boy.

Soal penangkapan di Aceh juga pernah diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, Kamis malam. Kata dia, di antara 19 pelaku yang diduga  terkait bom buku dan Bom Serpong, tiga  diantaranya ditangkap di Aceh yaitu  Pepi, Joko, dan Edi.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai menyatakan pelaku bom buku yang meneror warga Jakarta beberapa waktu lalu satu jaringan dengan pelaku yang merencanakan bom di jalur pipa gas, dekat gereja Gereja Christ Cathedral, Serpong, Banten. "Pelakunya sama. Semua yang ditangkap itu ternyata juga sedang merencanakan bom di gereja," kata dia, Kamis 21 April 2011.

Untuk diketahui, sembilan bom berdaya ledak tinggi diletakkan di Jalan Telaga Gading Serpong, Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang, tidak jauh dari Gereja Christ Cathedral, Serpong.

Berat masing-masing paket bom mulai dari 10 sampai 15 kilogram. diletakkan tersebar di beberapa titik di dekat jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN), di dalam gorong-gorong. Bom itu diduga akan diledakkan Jumat ini, saat umat Kristiani melaksanakan ritual Jumat Agung.

Sementara, Maret lalu, buku-buku berisi bom dikirimkan orang tak dikenal ke sejumlah alamat, yakni : mantan Kordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdhalla, ke Kantor Badan Narkotika Nasional, ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno, dan ke rumah artis Ahmad Dhani. Bom di Utan Kayu makan korban, Kasat Reskrim Polresta Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan. Tangan kirinya harus diamputasi. 

SUTARADARA P ADALAH PEPI OTAK BOM SERPONG


Detasemen Khusus 88 menangkap terduga otak pelaku bom buku dan bom di Serpong. Menurut informasi yang didapatVIVAnews, tiga terduga teroris  ditangkap di Desa Merduati, Banda Aceh, pukul 04.00, Kamis 21 April 2011.

Ketiganya dibawa ke Jakarta sekitar pukul 10.00 hari yang sama menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Dari tiga yang ditangkap, satu adalah orang Aceh yang diduga menyembunyikan, dua lainnya dari Jakarta. Salah satunya adalah seorang sutradara film berinisial P.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar membenarkan penangkapan tersebut. "Saya belum tahu yang mana sutradara, tapi bisa dibilang P adalah otak.  Sementara dari hasil pemeriksaan memang bisa dikategorikan  sebagai unsur pimpinan grup mereka," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Jumat 22 April 2011.

Apakah benar P adalah sutradara? "Kami belum tahu posisinya apa," jawab Boy.

Kesimpulan sementara, lanjut dia, bisa dibilang kelompok di balik peredaran bom buku dan bom di Serpong adalah kelompok pemuda. "Banyak di antara mereka sarjana," kata Boy. "Dari (universitas) dalam (negeri)."

Soal dugaan keterkaitan dengan jaringan lama, Boy mengatakan kegiatan kelompok ini dapat dikategorikan memiliki platform yang sama dengan kelompok-kelompok di masa lalu. "Cara dan dan tujuan mereka sama, tapi apakah terkait belum ada petunjuk atau alat bukti lain," jelas Boy.

Soal penangkapan di Aceh juga pernah diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, Kamis malam. Kata dia, di antara 19 pelaku yang diduga  terkait bom buku dan Bom Serpong, tiga  diantaranya ditangkap di Aceh yaitu  Pepi, Joko, dan Edi.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai menyatakan pelaku bom buku yang meneror warga Jakarta beberapa waktu lalu satu jaringan dengan pelaku yang merencanakan bom di jalur pipa gas, dekat gereja Gereja Christ Cathedral, Serpong, Banten. "Pelakunya sama. Semua yang ditangkap itu ternyata juga sedang merencanakan bom di gereja," kata dia, Kamis 21 April 2011.

Untuk diketahui, sembilan bom berdaya ledak tinggi diletakkan di Jalan Telaga Gading Serpong, Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang, tidak jauh dari Gereja Christ Cathedral, Serpong.

Berat masing-masing paket bom mulai dari 10 sampai 15 kilogram. diletakkan tersebar di beberapa titik di dekat jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN), di dalam gorong-gorong. Bom itu diduga akan diledakkan Jumat ini, saat umat Kristiani melaksanakan ritual Jumat Agung.

Sementara, Maret lalu, buku-buku berisi bom dikirimkan orang tak dikenal ke sejumlah alamat, yakni : mantan Kordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdhalla, ke Kantor Badan Narkotika Nasional, ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno, dan ke rumah artis Ahmad Dhani. Bom di Utan Kayu makan korban, Kasat Reskrim Polresta Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan. Tangan kirinya harus diamputasi. 

SUTARADARA P ADALAH PEPI OTAK BOM SERPONG


Detasemen Khusus 88 menangkap terduga otak pelaku bom buku dan bom di Serpong. Menurut informasi yang didapatVIVAnews, tiga terduga teroris  ditangkap di Desa Merduati, Banda Aceh, pukul 04.00, Kamis 21 April 2011.

Ketiganya dibawa ke Jakarta sekitar pukul 10.00 hari yang sama menggunakan pesawat Sriwijaya Air. Dari tiga yang ditangkap, satu adalah orang Aceh yang diduga menyembunyikan, dua lainnya dari Jakarta. Salah satunya adalah seorang sutradara film berinisial P.

Dikonfirmasi, Kepala Bidang Penerangan Umum Mabes Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar membenarkan penangkapan tersebut. "Saya belum tahu yang mana sutradara, tapi bisa dibilang P adalah otak.  Sementara dari hasil pemeriksaan memang bisa dikategorikan  sebagai unsur pimpinan grup mereka," kata dia di Markas Besar Kepolisian, Jakarta, Jumat 22 April 2011.

Apakah benar P adalah sutradara? "Kami belum tahu posisinya apa," jawab Boy.

Kesimpulan sementara, lanjut dia, bisa dibilang kelompok di balik peredaran bom buku dan bom di Serpong adalah kelompok pemuda. "Banyak di antara mereka sarjana," kata Boy. "Dari (universitas) dalam (negeri)."

Soal dugaan keterkaitan dengan jaringan lama, Boy mengatakan kegiatan kelompok ini dapat dikategorikan memiliki platform yang sama dengan kelompok-kelompok di masa lalu. "Cara dan dan tujuan mereka sama, tapi apakah terkait belum ada petunjuk atau alat bukti lain," jelas Boy.

Soal penangkapan di Aceh juga pernah diungkapkan oleh Kapolda Metro Jaya, Irjen Sutarman, Kamis malam. Kata dia, di antara 19 pelaku yang diduga  terkait bom buku dan Bom Serpong, tiga  diantaranya ditangkap di Aceh yaitu  Pepi, Joko, dan Edi.

Sementara, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Teroris Ansyaad Mbai menyatakan pelaku bom buku yang meneror warga Jakarta beberapa waktu lalu satu jaringan dengan pelaku yang merencanakan bom di jalur pipa gas, dekat gereja Gereja Christ Cathedral, Serpong, Banten. "Pelakunya sama. Semua yang ditangkap itu ternyata juga sedang merencanakan bom di gereja," kata dia, Kamis 21 April 2011.

Untuk diketahui, sembilan bom berdaya ledak tinggi diletakkan di Jalan Telaga Gading Serpong, Desa Cihuni, Kabupaten Tangerang, tidak jauh dari Gereja Christ Cathedral, Serpong.

Berat masing-masing paket bom mulai dari 10 sampai 15 kilogram. diletakkan tersebar di beberapa titik di dekat jalur pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN), di dalam gorong-gorong. Bom itu diduga akan diledakkan Jumat ini, saat umat Kristiani melaksanakan ritual Jumat Agung.

Sementara, Maret lalu, buku-buku berisi bom dikirimkan orang tak dikenal ke sejumlah alamat, yakni : mantan Kordinator Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdhalla, ke Kantor Badan Narkotika Nasional, ke rumah Ketua Pemuda Pancasila Japto S. Soerjosoemarno, dan ke rumah artis Ahmad Dhani. Bom di Utan Kayu makan korban, Kasat Reskrim Polresta Jakarta Timur, Kompol Dodi Rahmawan. Tangan kirinya harus diamputasi. 

JUSTINE BIEBER TIBA DI JAKARTA GANDENG SELENA GOMEZ


Jakarta - Penyanyi Justin Bieber telah tiba di Jakarta. Justin tidak sendirian, dia membawa serta Selena Gomez yang belakangan digosipkan menjalin kasih dengan pelantun hits 'Baby' itu.

Justin keluar dari Terminal 2F Bandara Internasional Soekarno-Hatta sekitar pukul 15.16 WIB. Justin terlihat mengenakan kaus pink dan topi ungu.

Ia berjalan menunduk menggandeng seorang gadis yang diyakini sebagai Selena. Perempuan tersebut berambut panjang mengenakan blazer motif bunga. Selena juga memalingkan pandangannya dari sekitar. Ia hanya menunduk dan mengikuti arahan Justin.

Sementara itu ratusan fans yang menanti di terminal tersebut pun terkecoh. Mereka tidak menyangka idolanya akan keluar dari pintu lain. Hanya sekitar lima orang fans yang beruntung bisa melihat langsung sosok Justin.

Penjagaan pun lumayan ketat. Justin jalan diiringi dua bodyguard yang dibawanya sendiri. Beberapa penjara juga mengelilingi Justin.

Ia tdak berkata apapun dan langsung berjalan menuju mobil Mercy bernomor polisi B 638 KW. Kejadian berlangsung hanya 5 menit dan mobil berlalu pergi.

SUTRADARA P BERNIAT FILMKAN LEDAKKAN BOM SERPONG DI PIPA GAS


Jakarta - Si sutradara P berniat memfilmkan aksi peledakan pipa gas Serpong. Nantinya film itu akan dia sebarkan ke publik.

"Mereka akan rekam dan siarkan," kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Anton Bachrul Alam di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Jumat (22/4/2011).

Anton melanjutkan, para pelaku sudah mempersiapkan proses pembuatan film itu.

"P sutradaranya," imbuh Anton.

Film itu nantinya akan digunakan untuk propaganda mereka untuk menujukkan eksistensi.

"Itu nanti akan mereka sebar," tuturnya.

P, lanjut Anton memiliki pengalaman dalam pembuatan film dokumenter tentang pasca tsunami aceh.

"Ya itu film buat dia sendiri, dia sutradaranya. Bukan buat komersil," imbuhnya
Jakarta -Satu dari 19 orang terduga teroris pelaku bom buku dan bom Serpong adalah seorang sutradara film. "Dia pernah membuat satu film," kata Kepala Bidang Penerangan Markas Besar Polri Komisaris Besar Boy Rafli Amar melalui pesan singkatnya kepada
Namun Boy belum menyebut apa film yang pernah disutradarainya itu.

Dari Kamis kemarin hingga saat ini Mabes Polri telah memeriksa secara maraton 19 orang terduga teroris pelaku bom buku dan bom di dekat Gereja Christ Cathedral Serpong, Tangerang. Polisi pun mengungkap inisial mereka: P, J, F, P, A, A, E, R, D, S, Y, M, A, D, M, R, A, A, dan J.

Hingga hari ini, mereka masih terus diperiksa secara maraton oleh penyidik Mabes Polri. "Kami punya waktu 7 x 24 jam untuk menentukan bentuk kesalahan mereka," kata Boy.

Dari 19 orang yang ditangkap kepolisian itu, kata Boy, besar kemungkinan seluruhnya ditetapkan menjadi tersangka. "Iyalah, tapi kan perannya berbeda-beda," ujarnya.

Menurut Boy, pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui siapa pelaku yang merencanakan pembuatan, perakitan, dan penempatan bom itu. "Terinspirasi oleh siapa juga sedang kami dalami," ujar Boy lagi.

Kamis pagi (21/4), polisi menggerebek 2 kontrakan di Desa Rawadas RT 01/03, Kelurahan Pondok Kopi, Jakarta Timur. Dalam penggerebekan itu polisi mencokok sejumlah orang yang selama ini diduga melakukan teror bom buku.

Dalam waktu hampir bersamaan, polisi juga mengungkap adanya perencanaan pengeboman di jalur pipa gas di kawasan Gading Serpong Kabupaten Tangerang. Bom itu dipasang di dekat gereja Gereja Crist Chatedral. Bom itu diduga bakal diledakkan hari ini, ketika umat Kristiani memperingati Paskah.