Jumat, 13 April 2012

Geng Motor Brutal Gunakan Tanda Pita Kuning



Geng Motor pita kuning Aksi penyerangan dan perusakkan dilakukan ratusan orang yang menggendarai sepeda motor tadi malam. Mereka menyasar warga yang sedang berkumpul di pinggir jalan. Polisi memastikan gerombolan ini memang berniat mengacau.

Seperti disampaikan Kepala Bidang Humas, Komisaris Besar Rikwanto, berdasarkan informasi dari warga, seluruh pria berbadan tegap dan berambut cepak itu menggunakan tanda berupa pita berwana kuning di lengan kiri.

"Setelah mendapat laporan, polisi langsung melakukan pengejaran dan pembubaran," kata Rikwanto, Jumat 13 April 2012.

Akibat penyerangan ini, sejumlah orang mengalami luka berat. Korbannya antara lain adalah Nahrowi (17), warga Koja, Jakarta Utara, mengalami luka tusuk di bagian pinggang, kanan, kiri, dan saat ini dirawat di Rumah Sakit Koja.

Korban kedua adalah Ramdani (23), warga Pademangan, Jakarta Utara, mengalami luka sobek pada tangan kanan. Kini dirawat di Rumah Sakit Sukmul.

Korban ketiga adalah Tuherman Widodo (24), warga Tanjung Priok, Jakarta Utara, mengalami luka bengkak pada muka akibat pukulan, dan dirawat di Rumah Sakit Sukmul. (umi)

Polisi Telusuri Keterlibatan Oknum TNI AL


Keterlibatan Oknum TNI AL Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polisi Militer Angkatan Laut untuk mengusut pengeroyokan yang terjadi di SPBU Shell, Danau Sunter, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dilibatkannya POM AL dalam penanganan kasus ini yaitu untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum TNI AL. "Alternatif dugaan itu ada, makanya juga kami dari polisi dan POM AL mencari kelompok itu. Tetapi, kami juga membuka dugaan kelompok lain," ujar Rikwanto, Kamis 12 April 2012.

Dalam rekaman CCTV yang ada di SPBU, terlihat seorang pria yang jelas mukanya. Ia berambut cepak, berbadan tegap, dan memakai kaos ketat seperti kaos dalaman berwarna biru tua.
"Memang itu seperti kaos buat latihan, kalau polisi kan cokelat, kalau TNI itu hijau atau biru. Tetapi, tidak bisa langsung disebut TNI atau bukan. Kalau ada saksi yang bilang "komandan", kami masih kumpulkan fakta hukum di lapangan," katanya.

Polisi menduga pengeroyokan di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara merupakan aksi balasan penyerangan di kawasan Pademangan. Kelasi (KLS) Arifin, anggota Pangkalan Armada Maritim RI wilayah Barat (Pangarmabar) TNI AL tewas dikeroyok.

Sedangkan korban dalam bentrokan di SPBU ada empat orang, satu di antara mereka meninggal dunia, Soleh, 19.

Kepala Sub Direktorat Reserse Mobil Direkrorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, menjelaskan keempat korban yang dianiaya merupakan korban salah sasaran.

"Mereka mau nonton balap motor di Kemayoran. Karena sepi pasca anggota TNI yang dikeroyok itu, mereka akhirnya pulang. Lalu Soleh kehabisan bensin dan mau isi bensin di SPBU Shell, dia tidak tahu apa-apa," ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Untung Suropati membantah rekan-rekan Arifin yang melakukan aksi balas dendam pada penyerangan 7 dan 8 Apri 2012 yang menewaskan satu warga bernama Soleh.

Untung menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk membantu penyelidikan kasus pembunuhan anggotanya itu.

Satu Korban Geng Motor di 7-Eleven Meninggal


Korban aksi gerombolan pengendara sepeda motor di minimarket 7-Eleven di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Islam Cempaka Putih.

"Korban adalah Anggi Darmawan, meninggal akibat sejumlah luka tusuk di tubuh," kata Kasat Resmob Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heriawan, Jumat 13 April 2012.

Kelompok ini datang ke minimarket 7-Eleven di Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat. Selain Anggi, ada dua orang korban lain yang juga terkena tusukan benda tajam. Kelompok ini membakar dua motor.

Tidak hanya melakukan perusakan dan penganiyaan, pelaku juga mengambil barang milik pengunjung minimarket. Antara lain, satu telepon genggam merek Nokia, dua BlackBerry, dan satu HP merek Samsung.

Sementara kendaraan yang rusak adalah Yamaha Mio B 6359 FMZ, Honda B 2528 TDT, Honda Vario B 65485 TND, dan Honda Revo B 6392 BYS.

Dijelaskan Rikwanto, belum diketahui secara pasti apa motif di balik penyerangan ini, tapi polisi memastikan aksi ini ada kaitan dengan sejumlah aksi keributan antar geng motor yang menewaskan anggota TNI AL, Kelasi Satu Arifin. (umi)

Kronologi Aksi Brutal Geng Motor


Geng motor kembali beraksi. Ratusan pengendara motor menyerang sekelompok orang yang tengah berkumpul di minimarket 7-Eleven, Jalan Salemba Raya, Paseban, Jakarta Pusat, Jumat 13 April 2012. Satu orang tewas, beberapa lainnya mengalami luka parah.  

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan sebelum beraksi kelompok itu berkonvoi keliling Ibukota terlebih dahulu. Mereka membawa parang dan balok kayu.
Selama perjalanan kelompok itu berbuat keributan dan merusak sejumlah fasilitas termasuk kantor polisi.
Korban tewas diketahui Anggi Darmawan. Dia meninggal akibat sejumlah luka tusuk di tubuh. Sedangkan korban luka saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit.

Berikut rangkaian kejadian Aksi brutal geng motor: 

Pukul 01.30 WIB

Lokasi di depan pintu gerbang PT DOK Bayu Bahari jalan Industri Pelabuhan Tanjung Priok
Korban : ZaenaL Arifin, 32, warga Koja, Heri Susanto,33, warga Bogor.
Mobil dirusak Toyota Rush B 72 RM.

Pukul 01.40 WIB

Polsek Tanjung Priok dilempar

Pukul 01.45 WIB

Pasar Warakas. Korban Nachrowi, 17

Pukul 01.50 WIB 

Depan toko bingkai Jalan Warakas Raya
Korban Ramdani 20

Pukul 02.00 WIB

Belakang Pos Volker 
Korban Tohirman bin Widodo, 25

PukuL 02.30 WIB

Depan 7-Eleven Jalan Salemba Raya
Korban Ade Kirmawan dan Robi 
Motor yg dirusak tiga buah

Pukul 03.00 WIB
Sepanjang Jalan Pramuka
Korban Anggi Darmawan (tewas)
Dua Motor dibakar dan tiga dirusak
Pelaku juga mengambil barang milik pengunjung minimarket antara lain ponsel dan Blackberry. Pelaku turut merusak beberapa sepeda motor yg terparkir di lokasi, yaitu:

 1 Yamaha Mio B 6359 FMZ, jok disayat senjata sajam.
 2 Honda Scoopy B 2528 TDT, spedometer pecah.
 3 Honda Vario B 6s485 TND, lampu sen sebelah kiri depan dan spedometer  pecah.
4 Honda Revo B6392BYS, spedometer kaca spion dirusak.
Baca juga geng motor berambut cepak