Jumat, 01 Oktober 2010

Kereta Api Argo Anggrek Seruduk Senja Utama di Pemalang



Jakarta - Kereta api eksekutif jurusan Jakarta-Surabaya Argo Bromo Anggrek menabrak kereta api bisnis Senja Utama dengan jurusan Jakarta-Semarang di Petarukan, Pemalang. Gerbong belakang Kereta Senja Utama keluar jalur.

"Kereta api Argo Anggrek menabrak kereta api Senja Utama arah Semarang di Petarukan," ujar salah seorang penumpang kereta Argo Anggrek, Firman Adjie, melalui fasilitas info anda detikcom, Sabtu (2/10/2010).

Adji menuturkan kondisi gerbong paling belakang kereta Senja Utama Semarang cukup parah terbalik ke sisi kanan. 

"Kondisi gerbong paling belakang rusak parah," papar Adjie.

Sampai saat ini belum diketahui adanya korban dalam kecelakaan ini. Kereta Senja Utama Semarang sengaja berhenti untuk memberikan kesempatan bagi Kereta Argo Bromo Anggrek untuk melaju lebih dahulu.
Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi antara Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang Jawa Tengah. 3 Gerbong Senja Utama diketahui keluar rel dan terguling akibat kecelakaan itu. Banyak penumpang mengalami luka-luka.

"Banyak yang terjepit dan dievakuasi ke rumah warga," kata seorang penumpang, Anwar Riksono, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).

Kecelakaan kereta itu terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. "Kereta yang saya tumpangi, KA Senja Utama, ditabrak kereta Argo Anggrek di Stasiun Petarukan," imbuh Anwar.

Benturan keras terjadi dalam kecelakaan itu. Anwar yang duduk di gerbong ke 3 segera bergegas keluar dari gerbong. Saat itu dia melihat gerbong nomor 7, 8 dan 9 hancur ditabrak KA Argo Anggrek.

"Banyak korban, sekarang sudah dievakuasi ke stasiun dan ke rumah-rumah penduduk," tutupnya



LIHAT WAWANCARA DENGAN KORBAN http://www.metrotvnews.com/index.php/metromain/newsvideo/2010/10/02/114232/KA-Senja-Utama-Diserduk-Argo-Bromo


Jakarta - Puluhan orang menjadi korban kecelakaan Kereta Api (KA) Senja Utama dan KA Argo Anggrek di Petarukan, Pemalang, Jawa Tengah. Diketahui sejumlah korban meningga dunia juga telah dibawa ke RSUD Pemalang.

"Di rumah sakit sudah ada 2 korban meninggal dunia," kata petugas rumah sakit, Bagus saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).

Dia menjelaskan, selain korban meninggal, puluhan lainnya juga tengah menjalani perawatan di unit gawat darurat. Identitas mereka belum diketahui.

"Ada 20 orang yang dirawat dan ada yang kritis," terang Bagus.

Diketahui KA Senja Utama ditabrak KA Argo Anggrek sekitar pukul 03.00 WIB. 1 Gerbong hancur, 1 gerbong terguling, dan 1 gerbong keluar jalur akibat kecelakaan ini
(van/ndr)




Jakarta - Kondisi korban kecelakaan kereta eksekutif Argo Anggrek yang menyeruduk kereta Senja Utama jurusan Semarang mengenaskan. Sejumlah korban terjepit di kereta tanpa bisa bergerak sedikitpun.

"Gerbong terakhirnya itu kan ringsek, tadi saya sempat lihat di dalam gerbong banyak yang terjepit, semuanya berdarah-darah dengan posisi mengenaskan," ujar penumpang kereta Senja Utama, Bambang, kepada detikcom, Sabtu (2/10/2010).

Bambang mengaku melihat sejumlah penumpang yang kehilangan organ tubuhnya. Beberapa lainnya sudah terlihat lemas tanpa daya.

"Ada yang tangannya putus, kakinya putus, ada juga yang lehernya mau putus," jelas Bambang.

Bambang juga melihat aparat kepolisian yang membawa korban masuk ke ambulans. Beberapa korban nampak tak bergerak.

"Saya lihat yang berdarah-darah dibawa ke ambulans, kata polisinya ada yang meninggal," terang Bambang.

Dia bahkan sempat dimintai tolong oleh salah seorang penumpang yang sudah tak berdaya karena kakinya terjepit gerbong kereta. "Dia minta diberikan pisau enggak tahu mau buat apa," ujarnya.

Hingga kini belum diketahui jumlah korban jiawa akibat kecelakaan ini. SILAHKAN LIHAT BERITA TERKINI DI BAWAH INI

LIHAT WAWANCARA DENGAN KORBANLIHAT VIDEO DISINI
Jakarta - Kecelakaan kereta terjadi di Pemalang, Jawa Tengah. KA Argo Anggrek menabrak bagian belakang KA Senja Utama. Belasan orang meninggal dunia dalam peristiwa ini. Polisi menduga peristiwa ini karena kelalaian manusia.


"Dugaan sementara karena masinis melanggar sinyal," kata Kabareskrim Komjen Pol Ito Sumardi saat dihubungi detikcom, Sabtu (2/10/2010).


Namun pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan. Yang utama kini tengah dilakukan evakuasi oleh Polres Pemalang. Diketahui, di lokasi masih banyak korban yang terjepit. 1 Korban terguling dalam insiden ini.


KA Senja Utama tujuan Semarang diketahui ditabrak KA Argo Anggrek jurusan Surabaya sekitar pukul 03.00 WIB. 3 Gerbong di bagian belakang mengalami rusak berat akibat kejadian ini.


Data yang diperoleh sementara 26  orang korban tewas di semayamkan di RS Hasyim Ashari dan 5 lainnya di RS Santa Maria. Korban diperkirakan akan terus bertambah.

Korban Tewas Tabrakan KA Jadi 33 Orang

Nusantara / Sabtu, 2 Oktober 2010 07:53 WIB
Metrotvnews.com, Pemalang: Korban tewas akibat tabrakan Kereta Api Argo Anggrek dengan Senja Utama di lintasan Desa Jatimulyo, Kecamatan Petarukan, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, menjadi 33 orang. Sedangkan 10 lainnya luka berat dan enam luka ringan.

"Sudah ada 33 orang korban tewas yang dievakuasi," kata seorang petugas di Stasiun Petarukan, Kabupaten Pemalang, Sabtu (2/10) pagi. Kemungkinan, tambah dia, masih ada korban lain karena banyak korban terjebak di dalam gerbong.


Kepala Kepolisian Resor Pemalang Ajun Komisaris Besar Polisi Sofyan Nugroho mengatakan, dua masinis KA Argo Anggrek diperiksa. Namun dia enggan menyebutkan kedua nama masinis itu. Sejumlah sumber menyebutkan kedua masinis itu bernama Muhammad Kholik dan Hadis Jiyono.(Ant/ICH)


Puluhan Korban Diduga masih Terjepit Gerbong Kereta

Headline News / Nusantara / Sabtu, 2 Oktober 2010 08:06 WIB

Metrotvnews.com, Pemalang: Puluhan korban diduga masih terjepit di gerbong kereta api Senja Utama yang hancur ditabrak kereta api Argo Anggrek di Stasiun Petarukan Pemalang, Jawa Tengah, Sabtu (2/10) dini hari tadi.

Hingga beberapa jam setelah kecelakaan alat berat belum juga tiba di lokasi untuk mempercepat proses evakuasi korban. Satu regu Brimob dari Pekalongan didatangkan untuk membantu evakuasi yang masih terus berlangsung.


Para korban tabrakan kereta di Pemalang dibawa ke tiga rumah sakit, yaitu Rumah Sakit Santa Maria, RSUD Hasyim Ashari dan Rumah Sakit Islam Taman. RSUD Hasyim Ashari, Pemalang, telah menerima 13 korban meninggal, enam di antaranya belum diketahui identitasnya. (RIE)


 LIHAT BREAKING NEWS TERAKHIR DI
LIHAT VIDEO DISINI 
Sabtu, 2 Oktober 2010, 10:20 WIB
Petugas masih berusaha keras mengevakuasi sejumlah penumpang kereta Senja Utama yang masih terjepit setelah kereta tersebut ditabrak kereta Argo Bromo Anggrek di Pemalang, Jawa Tengah.

Kode:







Sabtu, 2 Oktober 2010, 11:11 WIB
Daftar Korban Tewas Sementara Tabrakan Kereta

Hingga pagi ini dipastikan 34 orang meninggal akibat kecelakaan maut kereta api Senja Utama dengan kereta api Argo Bromo Anggrek di Pemalang, Jawa Tengah. Belasan orang luka saat ini dirawat di rumah sakit yang berbeda.
Kode:

LIHAT FOTO EXLUSIVE DI DISINI

Wawancara Dengan Pakar Geologi Rusia Tentang Penyebab Lumpur Sidoarjo






Pakar Rusia: Lumpur Lapindo Terjadi Karena Gunung Lumpur Aktif

Nusantara / Kamis, 30 September 2010 15:10 WIB
Metrotvnews.com, Jakarta: Laporan hasil penelitian ilmuwan Rusia menyatakan, lumpur panas di Sidoarjo, Jawa Timur, terjadi akibat kegiatan seismik yang memicu kembali aktifnya gunung lumpur tua yang telah terbentuk sekitar 150.000-200.000 tahun lalu. "Fenomena lumpur Sidoarjo berdasarkan peristiwa alam meletusnya gunung lumpur yang terbentuk ratusan ribu tahun lalu," kata ketua tim ilmuwan Dr Sergey V Kadurin di Jakarta, Kamis (30/9).

Tim peneliti dari Rusia mengonstruksi Sistem Informasi Geologi (GIS) yang memungkinkan menciptakan sebuah model tiga dimensi (3D) dari formasi geologi bawah tanah di area tersebut. Menurut data tersebut, semburan lumpur panas yang terjadi pada Mei 2006 dipicu karena gempa bumi Yogyakarta yang terjadi dua hari sebelumnya dengan kekuatan 6,3 skala Richter. Versi ini berbeda dengan versi ahli-ahli Indonesia yang meyakini lumpur Sidoarjo terjadi karena kesalahan pengeboran oleh PT Lapindo Brantas milik Group Bakrie.

Lumpur ternyata sudah dipicu oleh dua gempa bumi yang terjadi sekitar 10 bulan pada 9 Juli 2005 dengan pusat gempa tepat di bawah zona letusan lumpur dengan kekuatan gempa 4,4 SR. Kemudian diikuti gempa berkekuatan 5,5 skala Richter yang berjarak sekitar 450 kilometer dari lokasi lumpur.

Penelitian tersebut menyimpulkan bahwa peristiwa gunung lumpur Sidoarjo saluran lumpur telah ada jauh sebelum adanya pengeboran sumur gas. "Kita tidak bisa menghentikan kejadian alam seperti gunung lumpur dan pola erupsi juga berbeda-beda," kata Sergev Kadurin. Hasil penelitian tersebut merekomendasikan agar dilakukan monitoring di sekitar lokasi gunung lumpur.

Sementara itu, Senior Manager Geologi Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) Awang Harun Setyana mengatakan, gempa bumi sangat signifikan memicu letusan gunung lumpur. "Banyak gunung lumpur di Pulau Jawa dan daerah tersebut merupakan episentrum. Gempa bumi sangat signifikan memicu letusan gunung lumpur," kata Awang. Dia mengatakan, erupsi lumpur tidak pernah datang dari lubang sumur tapi berasal dari sesar yang membentuk garis lurus sepanjang 40 kilometer.







Pakar Geologi dari Rusia mematahkan anggapan banyak pihak yang mengaitkan semburan lumpur Sidoarjo dengan kegiatan pengeboran PT Lapindo Brantas. 


Kode:

4 RUMAH AHMADIYAH DIBAKAR MASA JUMAT MALAM


NILAH.COM, Jakarta - Bukan hanya masjid saja yang dibakar, rumah jemaah Ahmadiyah di Cisalada, Ciampea, Kabupaten Bogor juga dibakar oleh warga.
Sekitar empat rumah milik jemaah Ahmadiyah hangus dibakar warga. Warga terprovokasi setelah mendengar kabar ada warga yang disandera oleh jemaah Ahmadiyah.
Selain itu, warga juga tersulut karena jemaah Ahmadiyah mendirikan masjid di lingkungan itu. Saat ini aparat Kepolisian tengah berupaya melerai warga dan jemaah Ahmadiyah yang tengah bentrok tersebut. [mah]

Sabtu, 2 Oktober 2010, 12:16 WIB
Massa Bakar Pemukiman Ahmadiyah di Bogor

Sebuah tempat ibadah (masjid) dan sejumlah bangunan yang diduga milik jamaah Ahmadiyah di desa Ciampea, Cisalada Bogor dibakar massa Jumat malam, 1 Oktober 2010.
Kode:

KETUA MPR SALAH BACA SILA PANCASILA


JUM'AT, 1 OKTOBER 2010, 20:55 WIB
Ketua MPR Taufik Kiemas sempat salah dalam membacakan sila keempat dan kelima Pancasila pada upacara peringatan Hari Kesaktian Pancasila.
Kode: