Kamis, 10 Maret 2011

GEMPA 8.8 SR DAN TSUNAMI HANTAM JEPANG

Gempa mulai terasa pada pukul 14.46 waktu setempatGempa bumi kembali mengguncang Jepang, Jumat siang. Gempa berkekuatan 8,8 pada Skala Richter (SR) ini juga memicu tsunami yang menghantam banyak kendaraan dan sejumlah bangunan di pesisir timur laut Jepang, yang dekat dengan episentrum.

Menurut kantor berita Associated Press, gempa mulai terasa pada pukul 14.46 waktu setempat. Sekitar 30 menit kemudian, terjadi gempa susulan berkekuatan 7,4 SR. Badan Survei Geologi AS menilai bahwa gempa pertama berkekuatan 8,8 SR.

Badan Meteorologi Jepang kemudian mengeluarkan peringatan tsunami di seluruh pesisir timur Jepang, yang menghadapi Samudera Pasifik. Pusat Peringatan Tsunami Pasifik di Hawaii menyatakan bahwa peringatan tsunami juga berlaku di Rusia, Pulau Marcus, dan Kepulauan Mariana.

Peringatan waspada tsunami juga dikeluarkan untuk Guam, Taiwan, Filipina, Indonesia, dan negara bagian Hawaii, AS. Penduduk ibukota Jepang, juga merasakan guncangan gempa.

Pihak berwenang masih memantau apakah bencana gempa dan tsunami itu telah menimbulkan korban jiwa dan kerusakan parah.

VIDEO BUAYA DI BANTAI BELU LISTRIK

Belut itu bisa menghasilkan sengatan listrik 400 kali batu baterai.
Anak buaya itu menggelepar tanpa nyawa setelah bertarung dengan seekor belut yang ukurannya berlipat kali jauh lebih kecil. Si buaya agaknya tak sadar kalau binatang mungil yang dihadapinya itu mampu menghasilkan sengatan listrik yang mematikan.

Memiliki nama ilmiah electrophorus electricus, belut listrik merupakan sejenis ikan yang dapat menghasilkan aliran listrik hingga 650 volt. Kelebihan ini merupakan bagian kemampuan tubuhnya untuk berburu dan membela diri. Kekuatan listrik yang mencapai 400 kali batu baterai itu bahkan bisa dimanfaatkan untuk menerangi sebuah pohon Natal di Jepang.

Ingin melihat pertarungan sengit antara belut listrik dan buaya?

GEGER THE AGE SEBUT SBY SALAH GUNAKAN KEKUASAAN DAN KORUPSI


Jakarta - Headline koran The Age berjudul "Yudhoyono Abused Power' yang mengutip Wikileaks sungguh menggegerkan. Selain menyebut penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden SBY, disebut pula mantan Wapres JK memberikan suap untuk mendapat kursi pimpinan Golkar.

The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 menyebutkan, Kedubes AS melaporkan Jusuf Kalla membayar suap besar untuk memenangkan kepemimpinan Golkar, salah satu partai terbesar di Indonesia. Hal itu dilakukannya pada saat kongres partai pada Desember 2004.

Kabel diplomatik rahasia AS menyatakan, JK mengeluarkan uang jutaan dollar untuk mendapatkan akses mengontrol Partai Golkar.

"Berdasarkan berbagai sumber yang dekat dengan kandidat utama, tim Kalla menawarkan dewan daerah Rp 200 juta (lebih dari US$ 22.000) kepada pemilihnya," lapor Kedubes AS.

Perwakilan provinsi yang memiliki hak voting yang sama tapi juga dapat mempengaruhi perwakilan daerah di bawahnya menerima Rp 500 juta atau lebih. Berdasarkan kontak dengan pengalaman sebelumnya di kasus ini, pejabat menerima uang muka dan akan mendapatkan pembayaran penuh dari pemenang dalam bentuk cash beberapa jam setelah pemilihan.

Diplomat AS melaporkan 243 suara diperlukan untuk mendapatkan suara mayoritas sehingga calon ketua umum Golkar harus merogoh 6 juta dollar AS atau sekitar Rp 52.785.000.000.

Disebutkan pula, salah satu kontak mengklaim bahwa Ketua DPR Agung Laksono telah mengalokasikan Rp 50 miliar atau lebih dari US$ 5,5 juta di event tersebut.
Jakarta - Menko Polhukam Djoko Suyanto menepis pemberitaan media The Age terkait Presiden SBY dan Ibu Ani Yudhoyono. Berita yang bersumber dari Wikileaks itu dinilai tidak benar.

"Tuduhan terhadap Presiden SBY dan Ibu Ani melakukan tindakan korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, mempengaruhi proses pengadilan, adalah tidak benar," kata Djoko saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).

Djoko kembali menegaskan berita yang dilansir oleh harian The Age dan Sydney Morning Herald yang bersumber dari Wikileaks atas dasar laporan kawat diplomatik Kedubes AS di Jakarta ke Washington yang memberitakan tuduhan itu tidak benar.

"Itu informasi yang sangat mentah dan tidak diuji kebenarannya," terangnya.

Diketahui Koran The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 memberitakan tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya itu, koran yang mengambil bahan berita dari kawat diplomatik Wikileaks itu, juga membeberkan korupsi penting SBY.

Seperti detikcom dikutip The Age, kawat diplomatik itu menyebutkan secara personal SBY telah mengintervensi dan mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi tokoh politik yang melakukan korupsi. SBY disebutkan juga menggunakan intelijen negara untuk memata-matai rival politiknya.

Kawat itu juga menceritakan secara detail bagaimana mantan wakilnya untuk membayar jutaan dollar untuk mengontrol partai terbesar di Indonesia saat itu. Kawat juga menyebutkan istri presiden dan keluarganya memperkaya diri melalui koneksi politiknya.

Jakarta - Pemerintah Indonesia tidak diam saja melihat pemberitaan The Age dan Sidney Morning Heralds yang dinilai memojokkan Presiden SBY dan Ibu Ani. Karena pemberitaan bersumber dari dokumen Wikileaks, pemerintah akan memanggil Dubes AS.

"Menlu Marty akan memanggil Dubes AS di Jakarta untuk menyampaikan protes keras terhadap substansi laporan diplomatik tersebut," kata Menko Polhukam Djoko Suyanto saat dihubungi detikcom, Jumat (11/3/2011).

Pemberitaan yang dilansir The Age dan Sidney Morning Heralds itu dinilai memuat berita yang sangat mentah dan tidak diuji kebenarannya.

"Kita meminta Dubes AS segera memberikan klarifikasi kepada publik," imbuhnya.

Pemerintah akan menggunakan hak jawabnya atas pemberitaan media tersebut. "Kita akan menggunakan hak jawabnya kepada kedua harian Australia tersebut," tuturnya.

Diketahui Koran The Age edisi Jumat 11 Maret 2011 memberitakan tentang penyalahgunaan kekuasaan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Tidak hanya itu, koran yang mengambil bahan berita dari kawat diplomatik Wikileaks itu, juga membeberkan korupsi penting SBY.

Seperti detikcom dikutip The Age, kawat diplomatik itu menyebutkan secara personal SBY telah mengintervensi dan mempengaruhi jaksa dan hakim untuk melindungi tokoh politik yang melakukan korupsi. SBY disebutkan juga menggunakan intelijen negara untuk memata-matai rival politiknya.

Kawat itu juga menceritakan secara detail bagaimana mantan wakilnya untuk membayar jutaan dollar AS untuk mengontrol partai terbesar di Indonesia saat itu. Kawat juga menyebutkan istri presiden dan keluarganya memperkaya diri melalui koneksi politiknya.

TIBA-TIBA CELANA DALAM DAN BH BETERBANGAN DI RUANGAN RAPAT DEWAN

Tiba-tiba BH dan celana dalam beterbangan di ruang rapat DPRD Bekasi, ketika para anggota dewan tengah melaksanakan Rapat Paripurna Istimewa.

Dari mana pakaian dalam wanita itu? Ternyata dilempar dari arah balkon. Lima pegiat dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Cabang Bekasi melempar celana dalam (CD) dan kutang (BH) sebagai bentuk protes saat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Bekasi memperingati Hari Jadi Ke-14 Kota Bekasi, Kamis (10/3/2011).

Lima pegiat KAMMI itu pun segera dibekuk dan digelandang ke Kantor Kepolisian Resor Kota Bekasi Kota.

“Mereka melempar BH dan CD dari balkon ke bawah,” kata seorang peserta rapat paripurna di balkon Gedung DPRD Kota Bekasi.

RAHMA AZHARI TERLIBAT PENGANIYAAN


Kepala Bidang Humas Polda Metrojaya, Kombespol Baharuddin Djafar mengatakan satu dari keluarga Azhari yang berinisial RA (Rahma Azhari) melakukan tindakan penganiayaan terhadap seorang perempuan bernama Nancy AD. Kabid Humas Polda Metrojaya juga mengatakan tidak ada pelaporan mengenai kasus Ayu Azhari terkait narkoba.

" Kalau laporan terhadap Ayu azhari gak ada, yang ada laporan tentang adeknya yang berinisial RA. Kasus penganiayaan ringan, terjadi Jam 4 pagi laporannya atas nama Nancy AD. Jadi bisa dijerat dengan pasal 352 ancaman 3 bulan,"ujar Baharuddin Djafar, via telephon, Kamis (10/3/2011).

Rencananya, Rahma Azhari akan dipanggil pada pekan depan, terkait kasus pemukulan tersebut. Satu hal yang pasti Rahma melakukan penganiyaan itu sendiri.

" Pemeriksaan (Rahma) masih jadi saksi. Kalau kita dapatkan saksi barulah nanti ada tindakan selanjutnya. RA melakukan sendiri, di graha BIP daerah Jakarta Selatan,"jelas Baharuddin Djafar.
Hari ini, Kamis, 10 Maret 2011, tersiar kabar mengejutkan. Artis Ayu Azhari dikabarkan telah ditangkap polisi karena terlibat kasus narkoba. Benarkah?
Kabar itu langsung dibantah Ayu dengan tegas. "Saya kecewa dengan media yang memberitakan dan menanyakan itu ke saya," kata Ayu saat diwawancarai VIVAnews.commelalui sambungan telepon, Kamis, 11 Maret 2011.

Menanggapi soal ini, dia tak mau berkomentar lebih lanjut. Dia meminta agar soal ini ditanyakan kepada pengacaranya.
Kuasa hukum Ayu, Fahmi Bahmid, mengatakan Ayu memang berang begitu mendengar isu tersebut. "Tadi banyak yang menelepon dia dan menanyakan hal itu. Dia agak sedikit marah. Itu fitnah. Berita itu tidak benar sama sekali," ditegaskan Fahmi kepada VIVAnews.com. 

Fahmi menjelaskan kakak Rahma dan Sarah Azhari itu saat ini sedang bersama anak-anaknya di apartemen mereka. "Dia bilang itu ngaco. Dia mengatakannya dengan nada agak tinggi. Ayu nggak pernah kenal dan menyentuh narkoba," kata Fahmi.

WANITA DENGAN KAKI RAKSASA

Layaknya wanita sebayanya, di usia 36 tahun Mandy Sellar selalu terlihat energik. Namun, ada yang berbeda dari Mandy dibandingkan wanita lainnya.

Walaupun memiliki anggota tubuh yang lengkap, Mandy mengidap kelainan. Ia memiliki sindroma proteus, kondisi di mana kaki tumbuh lebih besar dibanding ukuran badan. Kakinya memiliki berat 70 kg dengan ukuran panjang 41 cm, diameter telapak kakinya 89 cm, dan 71 cm di bagian atas.
Mandy Sellar
Istilah sindroma Proteus diambil dari Dewa Yunani, Proteus yang dapat berubah bentuk. Belum ditemukan obat untuk mengobati sindroma ini. Sindroma ini sangat jarang ditemui. Tercatat hanya 120 orang yang menderita kelainan tersebut di dunia. Meskipun begitu, Mandy ingin berbagi kehidupannya dengan orang-orang yang mengidap kelainan sama dengannya.

Mandy didiagnosis menderita sindroma proteus sejak Mei 2006. Sejak saat itu, dia bertemu dengan orang yang memiliki penderitaan yang sama. Dia mengaku hal ini dilakukan untuk dapat selalu membangun hubungan dengan mereka. "Saya ingin mengetahui cara mereka hidup dengan kondisi seperti ini dan apa perbedaannya," ujarnya.

Agar kelainan yang dialaminya tidak mengganggu kesehatan bagian tubuh lainnya, dokter menyarankan Mandy untuk mengamputasi kakinya, mengingat kakinya terus tumbuh besar. Namun, sebelum mengizinkan dokter untuk melakukan hal tersebut, Mandy ingin menciptakan kesadaran masyarakat mengenai sindroma ini.

"Saya mengharapkan orang untuk melihat. Saya pikir hal ini tidak dapat dihindari karena saya berada pada posisi mereka. Senyuman dapat memberi banyak kepada mereka," ujarnya seperti dikutip oleh laman BBC.

Akhirnya Mandy berhasil memperkenalkan sindroma ini terhadap masyarakat dengan banyaknya publikasi mengenai dirinya. Salah satunya, pada 2008, wanita ini tampil pada serial 'Extraordinary People' dengan episode yang berjudul 'The Woman with Giant Legs'.

Pada acara 'The Tyra Show', Mandy mengatakan pada Tyra Banks bahwa Dia dapat menghabiskan US$3.800 atau setara dengan Rp36 juta untuk memesan sepatu. Sepatu tersebut pun menghabiskan 6 bulan waktu pengerjaan.

Hingga akhirnya, dari publikasi-publikasi ini, akhirnya Dia memiliki kesempatan untuk mengamputasi kaki kirinya pada 2010.