Sabtu, 26 Maret 2011

636 RUMAH DI TERJANG LAHAR DINGIN MERAPI



Banjir lahar dingin pascaerupsi Gunung Merapi 2010 telah mengakibatkan 636 rumah di wilayah Kabupaten Magelang, Jawa Tengah rusak.
Kepala Subbidang Penyelamatan dan Penanggulangan Bencana Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) dan Penanganan Bencana Kabupaten Magelang Heri Prawoto di Magelang, Minggu (27/3/2011) mengatakan, rumah rusak tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Muntilan, Salam, Mungkid, Srumbung, Ngluwar, Sawangan, dan Dukun.
Sejumlah rumah rusak tersebut terdiri atas 106 hanyut, 323 rusak berat, 105 rusak sedang, 91 rusak ringan, dan 11 rumah terancam.
Dari enam wilayah kecamatan itu kondisi paling parah terjadi di Kecamatan Salam dengan jumlah kerusakan mencapai 413 rumah, 67 di antaranya hanyut, 266 rusak berat, 32 rusak sedang dan 48 rusak ringan.
"Wilayah yang menjadi korban bencana banjir lahar dingin di Kecamatan Salam meliputi Desa Jumoyo, Sirahan, Seloboro, Sucen, dan Gulon," katanya.
Heri mengatakan, daerah yang menjadi korban banjir lahar dingin di Kabupaten Magelang karena meluapnya Sungai Putih dan Sungai Pabelan.
Selain rumah rusak, banjir lahar dingin telah mengakibatkan 11 jembatan runtuh, empat jembatan rusak, dan tiga ruas jalan rusak.
Ia mengatakan, hingga sekarang sekitar 3.452 orang korban banjir lahar dingin masih berada di 11 lokasi pengungsian tersebar di lima kecamatan.
Hingga sekarang pemerintah terus melakukan normalisasi aliran Sungai Putih dengan sejumlah alat berat. Material lahar berupa pasir dan batu yang menutup dasar sungai dikeruk ke pinggir sungai yang difungsikan sebagai tanggul.
Namun, upaya tersebut belum mampu mencegah meluapnya banjir lahar karena tanggul pasir tersebut mudah jebol.
Kepala Desa Jumoyo, Sungkono menilai normalisasi dengan menumpuk pasir di pinggir sungai kurang efektif karena jika banjir datang material tersebut mudah terbawa banjir sehingga menumpuk di daerah hilir.
"Seharusnya material yang menutup dasar sungai itu dikeruk dan jangan ditumpuk di pinggir sungai, tetapi dipindah ke tempat yang lebih jauh sehingga sungai tidak mudah terjadi pendangkalan," katanya.

0 komentar:

Posting Komentar