Jumat, 03 Februari 2012

Tiru Indonesia, Rakuten Jepang Terapkan Sistem COD


Pernah belanja online? Kalau pernah anda pasti sering mendengar kata COD atau COP, yaitu cash on delivery dan cash on pickup, yaitu anda memesan secara online lalu barang diantar, dan bayar setelah terima barang.

Sistem belanja online seperti ini ternyata berkembang pesat hanya di Indonesia. Negara lain masih mengadaptasi sistem belanja online seperti bayar via transfer dan tunggu barang sampai di
tempat.

Senior Executive Officer Rakuten, Kentaro Hyakuno, mengatakan, situs jual beli nomor satu di Jepang itu sedang mengkaji untuk menerapkan sistem COD dalam layanannya.

"Kami tahu di Indonesia masyarakatnya lebih percaya belanja dengan sistem COD, di Jepang ini belum ada dan sedang dalam pengembangan," katanya di kantor pusat Rakuten, Tokyo, Jepang, Kamis (2/2/2012).

Ia mengaku perusahaanya terinspirasi oleh banyak COD yang dilakukan oleh mitra mereka di Indonesia yaitu, belanjaonline.com bersama mitranya Grup MNC. Menurutnya, sistem seperti itu layak dikembangkan di Negeri Sakura tersebut.

"Kami justru mendapat sebuah respon yang positif dari sistem COD yang ada di Indonesia. Kami akan kembangkan dengan menggunakan beberapa pola yang sama," jelasnya.

Saat ini, sistem belanja di Rakuten Ichiba masih sama dengan kebanyakan situs jual beli lainnya. Hanya saja, sebagai layaknya orang Jepang yang sangat serius dalam setiap pekerjaannya, Rakuten merasa pelayanan adalah nomor satu.

Maka dari itu, dengan memberikan sistem COD atau antar dan bayar, pelanggan merasa lebih diperhatikan. Terlebih, pelanggan bisa leluasa mencoba barang tersebut sebelum membeli, contohnya baju atau sepatu.

Menurut pria yang biasa disapa Ken tersebut, jaman dulu orang berbelanja lewat toko biasa, lalu muncullah mal dan pusat perbelanjaan. Mengingat geografis Jepang yang tidak terlalu luas, mall menjadi lebih ramai dan terkesan lebih sempit.

Maka dari itulah muncul jual-beli online, sehingga orang tidak perlu keluar rumah dan pergi ke mall untuk membeli sesuatu. Sayangnya, orang Jepang merasa pelayanan lewat online saja tidak mencukupi untuk 'omotenashi', yaitu layanan yang mementingkan proses pelayanan walaupun produknya sepele.

Itulah mengapa situs jual beli alias ecommerce nomor satu di Jepang itu berniat mengembangkan sistem COD supaya bisa lebih memperhatikan kepuasan pelangganny

0 komentar:

Poskan Komentar