Sabtu, 31 Maret 2012

VIDEO: Saat Puan Maharani Diusir Marzuki Alie



"Jangan ada yang mendekat ke meja pimpinan. Anda tidak diizinkan mendekat ke sini."
 Tak kalah dinamika demonstrasi di luar gedung DPR RI, susana sidang paripurna yang berlangsung hingga dini hari tadi berlangsung panas. 

Sejumlah anggota DPR RI yang sebagian besar dari Fraksi PDI Perjuangan maju sampai ke meja pimpinan sidang. Mereka berteriak-teriak menyampaikan aspirasi pada pimpinan sidang yang diketuai Marzuki Alie. 

Sejumlah petinggi fraksi juga maju ke meja pimpinan antara lain Ketua Fraksi PDIP Puan Maharani, Maruarar Sirait, politisi Hanura Syarifudin Sudding, dan dari Gerindra Ahmad Muzani.

Tetapi, sesaat keempatnya mendekat ke meja pimpinan, Marzuki Alie menahan mereka "Jangan ada yang mendekat ke meja pimpinan. Anda tidak diizinkan mendekat ke sini. Silakan kembali ke meja masing-masing," kata Marzuki.

Sontak saja langkah Puan yang juga putri Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri itu terhenti. Puan hanya sampai dekat meja wakil Ketua DPR Priyo Budi Santoso.

Tak lama kemudian Maruarar berdiri merapat di depan Marzuki Alie. Marzuki dan Maruarar terlibat pembicaraan yang tidak jelas. Akhirnya, keempatnya diusir Marzuki Alie untuk kembali ke kursinya masing-masing. "Ini PDIP berdiri di sini tak bisa jalan," kata Marzuki. 

Akhirnya, Fraksi PDIP memutuskan walk out dari sidang, mengikuti langkah Fraksi Hanura. 

"PDIP merasa forum ini sudah tidak dihormati lagi. Ketua Fraksi kami diabaikan pendapatnya. Itu artinya kami sudah diabaikan," kata Sekretaris Fraksi PDI Perjuangan Bambang Wuriyanto di ruang rapat paripurna DPR, Jakarta, Jumat dini hari 31 Maret 2012. Lihat video Puan diusir Marzuki Alie di

Sabtu, 24 Maret 2012

800 Warga Tuntut Hotel Mesum di Parung Ditutup, 200 Polisi Berjaga-jaga


Sekitar 800 warga membentangkan puluhan spanduk menuntut hotel tempat dibuatnya film porno di Parung ditutup. Untuk mengamankan jalannya aksi, 200 polisi dari Polres Bogor diterjunkan.

Pantauan detikcom, Sabtu (24/3/2012), massa yang menamakan dirinya Gerakan Masyarakat Parung (Gempar) membentangkan puluhan spanduk ukuran besar. Seperti 'Gempar Mengutuk Keras Hotel karena Telah Terbukti Menodai Agama', 'Hotel Harus Ditutup' dan 'Melanggar UU Pornografi dan Pornokasi'.

"Ini hanya aksi awal saja. Kalau aspirasi kami tidak didengarkan, kami akan datang lagi dengan massa yang lebih besar minggu depan," kata Ustad Madusin yang memimpin jalannya aksi di lokasi, Jalan Raya Parung, Sabtu (24/3/2012).

Akibat aksi ini, aktivitas hotel lumpuh. Gerbang hotel ditutup rapat-rapat. Polisi yang berjaga-jaga berdiri membentuk pagar betis untuk membatasi massa yang berusaha memasuki area hotel.

"Kami hanya menyampaikan keresahan masyarkat Parung. Ini kan sekarang terbukti bahwa ada tindakan maksiat di hotel ini. Kita tidak bisa hanya adem ayem saja. Harapan kami pemerintah juga mendengarkan aspirasi ini", teriak ustad dari atas mobil pengeras suara.

Seperti diketahui, ratusan warga saat ini melakukan aksi penolakan hotel mesum tersebut. Mereka meminta hotel tersebut ditutup sebagai buntut dari terungkapnya pembuatan video porno pada 10 Maret 2012 lalu di tempat itu.

Dalam penggerebekan itu, 4 tersangka pembuatan video porno dibekuk dan kedapatan tengah syuting adegan syur. Di dalam kamar terdapat 6 orang. 2 Pemain terdiri 1 perempuan dan 1 laki-laki, 1 perekam kamera dan 1 perekam dengan HP. Sementara 2 orang lagi hanya menonton.