Minggu, 25 Desember 2011

Pulpen Tersimpan 25 Tahun di Dalam Perut Wanita Inggris


Seorang perempuan Inggris berusia 76 tahun baru-baru saja dioperasi untuk mengeluarkan pulpen yang tersimpan selama 25 tahun di dalam perutnya. Yang lebih mengejutkan, pulpen itu masih bisa berfungsi.
Dilansir Yahoo News, Rabu (21/12/2011), The British Medical Journal Case Reports menurunkan laporan tentang masalah kesehatan perempuan yang identitasnya dirahasiakan itu yang kasusnya dikirimkan ke ahli GI setelah mengalami sejumlah gejala termasuk kehilangan berat badan.
Saat dokter memeriksa perut wanita tersebut dan menemukan sesuatu di dalam perutnya. Setelah penemuan itu si perempuan baru ingat jika ia pernah menelan pulpen warna hitam sekitar seperempat abad silam.
Ketika pulpen itu dicoba ternyata masih mengandung tinta dan masih bisa digunakan untuk menulis. "Saat ia memeriksa ada apa dengan tonsilnya, pulpen yang dipakai untuk memeriksa masuk dan tertelan dengan secara tak sengaja. Dokter dan suaminya tidak percaya dengan cerita itu dan menganggap sakit perut yang dialaminya hanya normal saja. Dari hasil foto rontgen, tampak pulpen berada di bagian bawah perut tanpa ada luka apapun," demikian ujar Dr. Oliver Richard Waters.

Prijanto Mengundurkan Diri Tanggal 11-11-11 Pukul 11

JAKARTA - Wakil Gubernur DKI Prijanto menjelaskan, pengunduran dirinya sudah disampaikan secara lisan ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi secara lisan, pada tanggal 11 November 2011 pukul 11.00 WIB di ruangan Mendagri.
Saat ditemui di rumah dinasnya, Minggu (25/12/2011), Prijanto menuturkan pengunduran dirinya tersebut bukan secara mendadak, apalagi karena terkait Pilkada.
"Saya secara lisan sudah menyampaikan ke Mendagri pada tanggal tersebut. Kemudian pada 23 Desember 2011 saya buat surat resmi pengunduran diri ke Mendagri, tembusan ke Gubernur DKI," terang Prijanto.
Dikatakannya, walaupun sudah menjelaskan alasan pengunduran dirinya ke Mendagri, Prijanto bersedia memberikan alasan pengunduran dirinya ke DPRD DKI jika diperlukan.
"Saya sudah kirim surat pengunduran diri ke Ketua DPRD DKI pada Jumat (23/12/2011) kemarin. Tetapi sepertinya belum sampai, jadi mungkin hari Selasa (27/12/2011) saya menghadap lagi," ucapnya.
Prijanto menambahkan, hubungannya dengan Gubernur DKI Fauzi Bowo biasa saja. Prijanto pun menolak jika dikatakan ia sakit hati kepada Fauzi Bowo. "Nggak ada sakit hati. Biasa saja. Rencana pengunduran diri ini sudah dari dua tahun yang lalu," imbuhnya.