Minggu, 01 Mei 2011

KALI CODE KEMBALI MELUAP WARGA DI EVAKUASI

 
Terbitkan Entri

Yogyakarta- Kali Code yang melintasi Kota Yogyakarta malam ini kembali meluap. Akibatnya sejumlah rumah di sepanjang bantaran sungai tergenang air dan warga dievakuasi.

Meluapnya Kali Code diakibatkan hujan deras yang mengguyur wilayah utara Yogyakarta terutama di kawasan lereng Merapi sejak pukul 17.00-18.00 WIB. Sedangkan di Kota Yogyakarta hujan deras disertai angin kencang baru terjadi sekitar pukul 19.00 WIB.

Beberapa sungai yang berhulu di Merapi seperti Kali Boyong yang merupakan hulu Kali Code, Kali Kuning, Kali Opak dan Gandol juga meluap. Banjir di Kali Code sebagian besar berupa lumpur dan pasir berwarna coklat.

Sedangkan di Kali Opak dan Gendol di kawasan Kecamatan Cangkringan, Ngemplak Sleman banjir yang terjadi selain membawa material Merapi berupa pasir dan batuan juga disertai bau belerang yang menyengat.

Pantauan detikcom, di sepanjang bantaran Kali Code ratusan rumah terendam air dengan ketinggian antara 20-100 meter terjadi di Kampung Gondolayu dan Jogoyudan, Kecamatan Jetis, kampung Terban, Kecamatan Gondokusuman, Kampung Tukangan, Gemblakan Kecamatan Danurejan, Kampung Jagalan, Kecamatan Pakualaman.

Saat terjadi banjir warga secara gotong-royong melakukan evakuasi ke tempat aman. Warga juga meninggikan tanggul dengan karung-karung pasir di sepanjang pinggir sungai. Sedang rumah warga yang terendam, harta benda dan barang-barang berharga sudah diamankan terlebih dulu.

"Warga sudah di evakuasi di titik-titik aman. Kami juga sudah menyiapkan semua peralatan bila air terus naik," kata Nono salah satu relawan warga Kecamatan Danurejan di Jembatan Jambu Jl Mas Mas Suharto, Yogyakarta.

Saat ini pihaknya terus melakukan pemantauan dari atas jembatan dan terus melakukan komunikasi dengan pemantau yang ada di kawasan utara. "Saat ini hujan sudah mulai reda dan ketinggian air juga sudah menurun," katanya.

VIDEO SERANGAN NATO TEWASKAN PUTRA KHADAFI


Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mengatakan serangan udara yang dilakukan di kawasan permukiman padat penduduk Bab Al Azizya di Tripoli, Libya, tidak dimaksudkan untuk menewaskan pemimpin Libya Kolonel Muammar Khadafi, atau anggota keluarga Khadafi yang ada di rumah tersebut.

Pemimpin operasi militer NATO Letnan Jenderal Charles Bouchard mengatakan serangan ditujukan kepada target militer. Karena itu, NATO membantah kematian Saif Al-Arab Khadafi dalam serangan itu akibat dijadikan target oleh NATO.
Pihak pemberontak bahkan menuduh Khadafi sengaja merekayasa kematian putranya untuk mengundang simpati rakyat Libya. "Rezim Khadafi selalu berbohong dan akan terus melakukan kebohongan," ujar Ghoga.

Rakyat Libya memang terlihat marah atas serangan udara NATO terhadap permukiman padat penduduk Bab Al Azizya di Tripoli. Beberapa saat setelah serangan udara NATO usai, rakyat Libya melakukan unjuk rasa menentang serangan NATO.

Dalam aksi unjuk rasa tersebut, bahkan rakyat Libya menuntut balas atas kematian Saif. "Kami menuntut balas atas korban yang telah menjadi martir. Ini saatnya jihad," demikian ucapan yang diteriakkan demonstran