Senin, 28 Maret 2011

VIDEO ULAT BULU SERANG WARGA

 


Wabah ulat bulu menyerang warga tujuh desa di Probolinggo, Jawa Timur. Warga terpaksa membersihkan pekarangan rumahnya hampir dua jam setiap setiap pagi dan sore karena serangan jutaan ulat bulu.

Sudah seminggu ini warga desa Sumber Ulu, Leces, Kedawung, Pondok Hulu, Tegasan, Malasan, dan Kerpangan diresahkan oleh serangan ribuan ulat bulu yang terjatuh dari pohon. Mereka terpaksa membersihkan pekarangan rumah mereka setiap hari karena ulat bulu tersebut telah merusak tanaman mereka, dan bahkan telah memaksa masuk ke pekarangan rumah dan bagian dalam rumah warga.

Tidak sedikit warga yang merasa gatal-gatal akibat bulu pada ulat yang berterbangan. Hal ini pun memperparah kondisi warga di tujuh desa tersebut. Bahkan banyak warga yang mengungsi ke rumah kerabatnya untuk menghindari wabah gatal-gatal tersebut. Warga berharap pemerintah daerah setempat turun tangan untuk mengatasi wabah ini.

Sementara itu, serangan ulat bulu ini tidak hanya membuat khawatir warga setempat, warga dari desa yang berdekatan pun mulai merasa resah akan serangan jutaan ulat bulu tersebut.

BEBERAPA DETIK SAJA CUKUP UNTUK NGECAS BATERRY


Baterai teknologi baru cukup dicas beberapa detik saja dan berpotensi dikembangkan menjadi baterai mobil

Para periset di Universitas Illinois mengatakan bisa membuat baterai baru yang hanya perlu beberapa detik untuk mengecasnya.

Kita mengandalkan baterai untuk menjalankan berbagai barang kebutuhan sehari-hari, seperti telepon genggam, laptop dan sekarang semakin banyak mobil juga menggunakan baterai.

Namun ketika baterai habis, perlu waktu berjam-jam untuk mengisinya, sementara baterai yang bisa dicas dengan cepat biasanya cepat habis.

Tim yang dipimpin Prof. Paul Braun dari Universitas Illinois, Amerika Serikat mengatakan mereka telah menciptakan desain yang akan bisa mencapai keduanya, bisa dicas dengan cepat dan tahan lama.

Desain yang dimaksud dirancang seperti sarang madu dalam tiga dimensi sehingga memungkinkan elektron dan ion -yang dipakai untuk mengisi dan mengosongkan baterai - bergerak dengan jauh lebih cepat.

Menurut Prof. Braun desain baru dicapai dengan hanya menggunakan materi untuk mengecas baterei yang sudah ada sekarang, namun diubah cara menyusunnya. Dengan desain sarang madu semuanya bisa bergerak dengan cepat, katanya.

Struktur ini menurut Prof. Braun bisa digunakan untuk menciptakan baterai yang bisa dicas 100 kali lebih cepat dari baterai yang dijual sekarang, dengan hanya tambahan biaya sedikit saja.

Pada awalnya teknologi ini kemungkinan hanya bisa digunakan pada peralatan kecil seperti telepon genggam atau komputer.

Namun punya potensi untuk digunakan bagi keperluan medis dan militer, kata Prof. Braun.

Ia mengatakan jika keterbatasan manufaktur tertentu bisa diatasi, baterai tipe baru ini bisa diproduksi secara massal untuk mobil.

"Ada potensi sebuah mobil bisa berhenti di semacam pom bensin, mengecas baterainya dan beberapa menit kemudian bisa berjalan lagi."