Sabtu, 07 Mei 2011

SKYPE JADI REBUTAN GOOGLE DAN FACEBOOK



Jakarta - Isu panas yang tengah beredar di industri internet saat ini adalah kabar seputar diincarnya Skype oleh Facebook dan Google. Analis berpendapat, ketimbang dengan Google, Skype lebih baik bersama Facebook.

ShareSHARE FACEBOOK
Eric Jackson, pendiri dan manager perusahaan investasi Ironfire Capital mengatakan, Skype lebih menguntungkan untuk bersatu dengan Facebook jika dilihat dari kepemilikian aset.

"Tidak mengejutkan bagi saya jika kedua perusahaan ini (Facebook dan Google-red.) tertarik kepada Skype. Hanya saja, akan lebih mengguntungkan (bagi Skype) untuk bersama Facebook daripada Google," tuturnya, dikutip detikINET dari Reuters, Minggu (8/5/2011).

Google sendiri telah memiliki layanan voice dan video chat, jadi ketika Skype yang notabene merupakan situs penyedia layanan video call, hal ini akan menjadi 'aneh', imbuh analis dari Hudson Square Research Rory Maher.

"Tentunya ada peluang yang bisa dimanfaatkan jika Google bersatu dengan Skype, tapi saya pikir hal ini akan lebih maksimal jika bersama Facebook," lanjutnya.

Di sisi lain, bergabung dengan Skype akan membuat Facebook lebih nyaman sehingga memicu pengguna untuk lebih berlama-lama di situs milik miliuner muda Mark Zuckerberg itu.

"Komunikasi adalah core dari para pengguna Facebook biasa lakukan. Memiliki platform itu (Skype-red, tentu saja akan menjadi sesuatu yang sangat menarik," pungkas Mo Koyfman, principal dari perusahaan venture capital Spark Capital.

Menurut sebuah sumber, Zuckerberg dikatakan sudah melakukan pembicaraan internal untuk membahas rencana pengambilalihan kekuasaan atas Skype ini.

Facebook sendiri telah mempertimbangkan harga jual Skype berada di kisaran USD 3-4 miliar. Pun demikian, itu baru satu rencana. Langkah lain yang juga tengah digodok Facebook adalah kemungkinan melakukan joint venture dengan Skype.

Sementara Google juga santer disebut-sebut telah memulai pembicaraan awal dengan Skype. Hanya saja pokok bahasannya mengenai kemungkinan melakukan joint venture.

0 komentar:

Poskan Komentar