Minggu, 01 Mei 2011

13 WNI KEMBALI DI SANDERA PEROMPAK SOMALIA


Sebanyak 13 awak kapal asal Indonesia kembali menjadi korban penyanderaan oleh para perompak Somalia. Kapal berbendera Singapura tempat mereka bekerja dibajak di perairan Tanzania pada Sabtu, 30 April 2011.

Dilansir dari laman Bernama, 1 Mei 2011, kapal MT Gemini tersebut diawaki oleh 25 orang yang terdiri dari 13 warga negara Indonesia (WNI), empat warga Korea Selatan, tiga warga Myanmar dan lima warga China.

Dalam pernyataannya, Badan Maritim dan Pelabuhan Singapura mengatakan bahwa kapal MT Gemini dibajak sekitar 222 kilometer dari Dar es Salaam di Tanzania. Kapal berbobot mati 29.871 ton milik Glory Ship Management Pte Ltd tersebut membawa 28.000 ton minyak sawit mentah dari pelabuhan Kuala Tanjung, Sumatra Utara, menuju Mombasa, Kenya.

Kondisi para awak kapal belum diketahui karena perusahaan pemilik kapal menolak untuk berkomentar. Namun, biasanya para perompak tidak melukai para sandera untuk memastikan tebusan dibayarkan.

Penyanderaan awak kapal asal Indonesia ini terjadi setelah dibebaskannya kapal Sinar Kudus yang diawaki oleh 20 WNI. Kapal ini telah disandera selama 46 hari dan akhirnya bebas setelah pihak perusahaan, PT. Samudera Indonesia, membayarkan tebusan yang diperkirakan mencapai hingga US$ 4,5 juta atau sekitar Rp38 miliar.

Menurut Angkatan Laut Uni Eropa (EUNAVFOR) dilansir dari laman Europe Online, saat ini perompak Somalia tengah menyandera 23 kapal dengan 518 awak di perairan Somalia. Angka berbeda disampaikan oleh kelompok pengawas perompakan, Ecoterra, yang mengatakan perompak Somalia menawan 49 kapal dengan 768 awak.

Dalam beberapa tahun terakhir, perompak Somalia telah membajak ratusan kapal dan mengeruk keuntungan jutaan dolar dari tebusan. Aksi mereka ini tetap berlanjut meskipun perairan Teluk Aden telah dipenuhi oleh kapal patroli dari puluhan negara.

Berdasarkan pengamatan Ecoterra, perompakan di dunia menyebabkan kerugian ekonomi global hingga $12 miliar. Perompak Somalia menyumbang 95 persen dari angka kerugian tersebut. (eh)

0 komentar:

Poskan Komentar