Rabu, 18 Januari 2012

DEMO DI KAWASAN EJIP TANGGAL 19 JANUARI 2012



DEMO KAWASAN EJIP TANGGAL 19 JANUARI 2012
Seluruh karyawan di seluruh kawasan ejip semua ikut demo sebagai buntut dari pengingkaran APINDO karena tidak mau mencabut gugatan di PTUN Bandung. Dan tepat jam 12.00 siang tadi dapat komando dari PTUN Bandung untuk menutup 7 kawasan di seluruh Bekasi. Dan saat ini kawasan Ejip sudah lumpuh total dan semua berkumpul di perempatan EJIP semua karayawan di sweeping dan semua di suruh untuk keluar dan berpartisipasi untuk mendengarkan orasi yang akan diadakan di ejip
Demo buruh di kawasan industri Cikarang membuat lalu lintas di ruas tol Cikampek macet total. Buruh memasuki tol di KM 31 sehingga kendaraan di ruas tol Cikampek tidak bisa bergerak.

"Bukan cuma di gerbang tol, tapi sudah banyak yang masuk ke ruas tol sehingga macet," kata Sri Wahyudi, petugas Jasa Marga kepada detikcom, Kamis (19/1/2011) pukul 14.20 WIB.

Sri mengatakan, jumlah pengunjuk rasa cukup banyak. Selain dari kawasan industri Cikarang rencananya juga ada buruh yang datang dari Bandung. "Ada 20 bus pengunjuk rasa dari Bandung sekarang masih ada di Karawang," katanya.

Informasi yang sama diungkapkan TMC Polda Meto Jaya, menurutnya lalu lintas dari Cikarang Barat arah Cikampek maupun Jakarta sudah tertutup oleh pengunjuk rasa. Hal ini membuat lalu lintas di kawasan Tol Cikampek merayap.

Demonstrasi itu dipicu sengketa penetapan UMK Bekasi, terutama terkait rencana Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Bekasi yang menggugat keputusan Gubernur melalui SK NO.561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menetapkan UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,Upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan Kelompok I Rp 1.849.913,- melalui Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Bandung.

Pada 15 Januari, buruh dan Apindo mencapai kesepakatan sehingga rencana aksi buruh 16-19 Januari batal. Tapi rupanya hari ini Apindo tetap tak mencabut gugatannya di PTUN Bandung sehingga buruh memutuskan berdemo hari ini.
Belasan ribu buruh di kawasan industri di Cikarang, Bekasi, berkumpul di perempatan EJIP Lippo Cikarang. Mereka melakukan aksi menentang Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) yang menggugat keputusan Gubernur Jawa Barat terkait Upah Minimum Kabupaten (UMK).

Menurut salah seorang karyawan yang juga ikut aksi, Andri, massa mulai berkumpul sejak pukul 12.00 WIB. Mereka sudah siap-siap untuk melakukan aksi sejak pukul 11.00 WIB.

"Kita sekarang berkumpul di perempatan Egip. Jumlah massa sudah belasan ribu orang. Hampir semua karyawan di kawasan ini ikut aksi," kata Andri saat dihubungi detikcom, Kamis (19/1/2012) pukul 13.30 WIB.

Andri menyebutkan, mayoritas peserta aksi mendapat izin perusahaan. "Sebelum aksi, kita tadi meeting dulu dengan manajemen. Dan kita diperbolehkan," imbuhnya.

Menurut salah seorang pembaca detikcom, Eko Prangg, akibat aksi demo ini menyebabkan kawasan Lippo Cikarang macet total.

"Perempatan Lippo Cikarang Macet total siang ini karena demo dari seluruh buruh di tiga kawasan industry : EJIP, HYUNDAI dan Delta Silicone. Rencananya demo akan terus berlanjut dan merembet ke kawasan Industri Jababeka dan MM2000," kata Eko melalui surat elektronik yang dikirimkan ke redaksi detikcom.

Buruh dan Apindo bersengketa dalam penetapan UMK Bekasi, terutama terkait rencana Apindo Bekasi yang menggugat keputusan Gubernur melalui SK NO.561/Kep.1540-Bansos/2011 yang menetapkan UMK Bekasi sebesar Rp 1.491.866,-,Upah kelompok II Rp 1.715.645,- dan Kelompok I Rp 1.849.913,- melalui Pengadilan Tata Usaha Negara atau PTUN Bandung.

Para buruh berencana menggelar aksi pada tanggal 16-19 Januari 2012. Namun rencana tersebut batal karena sudah tercapai kesepakatan antara buruh dan Apindo. Tapi ternyata, hari ini kesepakatan tersebut dilanggar oleh Apindo, yang tetap menuntut UMK ke PTUN Bandung, Jawa Barat.

Bola Penghalau Penumpang KA Mendunia


PT Kereta Api (KA) memasang gawang bola yang terbuat dari benton sepanjang enam meter, untuk menghalau penumpang nekat yang naik ke atap kereta ekonomi lokal dari Cikampek dan Purwakarta. 
 "Bila menghantam bola-bola itu, [kepala] pasti benjol," kata Kepala Humas PT Kereta Api Daerah Operasi I, Mateta Rizalulhaq, kepadaVIVAnews.com, kemarin.
"Dengan begitu ada dampak psikologi. Kami berharap penumpang bisa turun dengan cara itu." 

Tujuan pemasangan gawang bola, agar penumpang yang bandel itu tak celaka, terjatuh dari kereta api yang melaju kencang. Apalagi, penumpang yang bertumpuk di atap juga mengganggu perjalanan kereta api.

Kebijakan tersebut tak hanya memicu polemik di dalam negeri, tapi juga marak diberitakan media asing ternama. Di antaranya, BBC, MSNBC, Daily Mail, Telegraph, Washington Post, CBS News, Fox News, juga Times LIVE. 

BBC misalnya, memuat berita berjudul "Indonesia Concrete Balls Combat 'Train Surfing".Selain memuat statistik jumlah penumpang yang tewas akibat terjatuh dari atap kereta api, 53 orang di 2008 dan 11 orang pada 2011, BBC juga memuat pendapat penumpang yang terbiasa naik ke atap. 

"Awalnya aku takut saat mendengar soal bola itu," kata Mulyanto. "Kedengarannya sangat berbahaya. Tapi tak akan bertahan lama. Mereka telah mencoba melakukan apapun agar kami tak naik ke atap kereta, namun toh akhirnya kami yang menang." 

Tak ketinggalan kritik, bahwa akar permasalahan mengapa masih saja ada penumpang nekat memanjat ke atap adalah tak memadainya jumlah armada kereta api, juga pelayanannya yang buruk, sering terlambat. 

Washington Post, dalam berita berjudul "New effort to keep Indonesian commuters off the roofs of trains: suspended concrete balls" menyebut, kebijakan itu 'ekstrem'. Bola beton itu bisa mencederai atau bahkan membunuh penumpang yang nekat.

Keberhasilan kebijakan ini juga dipertanyakan. Sebab, publik belum lupa cara yang diterapkan sebelumnya, yang gagal total: razia, semprotan cabai, mengerahkan anjing, pendekatan dari ulama, sampai cat semprot warna. 

Tahun lalu, semprotan cat diprogram untuk menyemprot mereka yang naik ke atap kereta, sehingga petugas bisa mengidentifikasi mereka dan menindaknya. Namun, para penumpang atap justru merusaknya. Pendekatan ulama, tak digubris. Saat petugas polisi dikerahkan untuk menertibkan, mereka justru jadi sasaran lemparan batu.

Tak ketinggalan situs berita populer, Daily Mail, yang menurunkan berita berjudul, "Duck! Indonesia suspends grapefruit-sized concrete balls above railway lines to stop 'roof riders". 
"Sekarang pihak berwenang di Indonesia mengembangkan taktik yang mengintimidasi, bahkan mematikan. Mendirikan gawang bola beton seukuran jeruk untuk menyapu penumpang di atap kereta," demikian tukilan isi artikel.