Senin, 20 Desember 2010

Gempa Yogya 5,8 SR Juga Dirasakan di Simpang Lima Semarang

Jakarta - Gempa sebesar 5,8 Skala Richter (SR) di Wonosari, Gunung Kidul, Yogyakarta, ternyata dirasakan hingga jalur pantai utara Jawa yaitu Semarang. Orang-orang yang berkantor di Simpang Lima, Semarang, panik dan keluar gedung.



"Saya di Lantai 6 Gedung HSBC Simpang Lima. Gedung ini ada 9 lantai, lumayan terasa. Turun semua tadi lewat tangga darurat. Lumayan panik tadi sambil lari-lari," ujar Vitho yang dihubungi detikcom, Selasa (21/12/2010).



Selain di gedung kantor itu, menurut pengamamatan Vitho, penghuni gedung-gedung di sebelahnya juga berhamburan seperti di Citraland Mal.



"Getaran sekitar 10 detik, lebih kencang dari gempa Bantul November lalu waktu ada (letusan) Merapi," jelas dia.



Kepanikan itu terjadi sekitar pukul 11.15 WIB. Sebelumnya diberitakan, gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter (SR) terjadi di 140 Km tenggara Wonosari, Gunung Kidul, DIY. Gempa terjadi pada pukul 10.59 WIB, Selasa (21/12/2010) dengan kedalaman 16 km.

Final 2 AFF Jadi Hari Bersejarah Kim Jeffrey

                                      


Kim sudah resmi menjadi WNI sejak 6 Desember 2010 lalu.
Final kedua Piala AFF 2010 antara Indonesia melawan Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan Jakarta, 29 Desember 2010, juga akan menjadi hari bersejarah bagi Kim Jeffrey Kurniawan.

Pasalnya, di sela-sela final itu akan dilakukan penyerahan surat Kim sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). Setelah proses naturalisasi terkatung-katung, Kim Jeffrey akhirnya resmi menjadi WNI.
Deputi Badan Tim Nasional Imam Arief, Senin 20 Desember 2010, menegaskan pemain keturunan Jerman ini sudah resmi menjadi WNI sejak 6 Desember 2010 lalu.

Uniknya, Kim Jeffrey mengaku tidak tahu dirinya sudah menjadi WNI. "Saya tiba di Jakarta kemarin dan menyaksikan pertandingan Indonesia melawan Filipina melalui televisi. Saya baru tahu kalau saya menjadi WNI beberapa jam yang lalu," kilah Kim Jeffrey.

Penyerahan surat WNI gelandang 20 tahun yang lahir di Muhlacker, Jerman, 23 Maret 1990 ini akan dilakukan di sela-sela final kedua antara Indonesia melawan Malaysia.

Penyerahan surat ini rencananya akan kami lakukan di sela-sela pertandingan final kedua. Untuk sementara surat dipegang pengurus PSSI. (sj)