Selasa, 14 Desember 2010

China, India, RI Pimpin Ekonomi Asia 2011


Pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur akan berlanjut.
Kajian ekonom Standard Chartered Bank memperkirakan pada tahun depan, Asia masih akan terus memimpin pemulihan ekonomi dunia.

"Cina, India dan Indonesia akan terus memimpin pertumbuhan Asia yang didukung oleh pasar domestik yang besar serta momentum  pertumbuhan ekonomi yang kuat," demikian proyeksi Stanchart.

Dalam laporan terbaru Stanchart yang berjudul "Global Focus 2011 - The Year Ahead", lembaga keuangan internasional ini memperkirakan pertumbuhan tinggi akan terjadi di semua kawasan Asia. Bahkan, kawasan ini akan memberikan kontribusi 40 persen pertumbuhan dunia didorong oleh kebutuhan domestik, pertumbuhan infrastruktur dan peningkatan perdagangan.

Menurut Stanchart, pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) riil cenderung tetap kuat di kisaran 6,8 persen, meski lebih rendah dibandingkan 2010 yang diperkirakan sebesar 8,1 persen. Ini karena memudarnya dampak stimulus fiskal dan moneter.

Negara-negara seperti Korea Selatan, Taiwan dan Hong Kong akan mendapatkan keuntungan dari akses ke pasar domestik China, kunjungan turis serta aliran modal. Di kawasan Asia Tenggara, pertumbuhan ekonomi akan didukung oleh harga komoditas yang solid serta percepatan aliran modal dan perdagangan.

Bank terkemuka yang berpusat di Inggris ini memperkirakan perekonomian global akan mencerminkan kawasan Timur yang berkembang pesat, serta kawasan Barat yang cenderung diam. Pergeseran keseimbangan kekuatan ekonomi dan keuangan dari Barat ke Timur tampaknya akan terus berlanjut.

"Dampak positifnya adalah masih banyak peluang tersedia," kata Stanchart. Sedangkan, dampak negatifnya adalah negara-negara Barat akan tetap terlilit utang, deflasi dan deleveraging.

Amerika Serikat telah melalui masa lalu yang terburuk, tetapi akan menghadapi pemulihan di bawah-tren berbatasan dengan stagnasi. Eropa akan menghadapai masalah besar. Euro kemungkinan akan runtuh pada tahap tertentu jika kawasan Eropa gagal menjadi kesatuan politik.

Stanchart menilai kebijakan mata uang akan terus menjadi berita utama. Perkembangan situasi yang perlu diwaspadai adalah ketegangan geopolitik di semenanjung Korea dan Laut Cina Selatan, regulasi yang berlebihan, krisis utang bank dan pemerintah di Barat, gelembung inflasi di seluruh Asia serta proteksi perdagangan. 

2 Tahun, Darah Mengucur dari Mata dan Hidung


Pendarahan terjadi kapan saja. "Orang-orang masih menganggapku 'kerasukan'.
Entah apa yang terjadi pada pemuda ini. Calvino Inman, (17) menderita penyakit misterius selama dua tahun hidupnya -- darah mengucur dari mata dan hidung.

Para dokter tak punya petunjuk bagaimana  membendung aliran darah aneh itu. Apalagi, darah itu bisa mengucur selama satu jam penuh.

Seperti dimuat Daily Mail, sebuah film dokumenter yang akan ditayangkan sebuah stasiun televisi Amerika Serikat, mengeksplorasi fenomena yang hanya dialami segelintir orang di muka Bumi.

Inman yang berasal dari Knoxville, Tennessee, telah menjalani serangkaian tes, untuk menginvestigasi apakah ini merupakan gejala gangguan medis -- seperti tumor, masalah saluran air mata, atau masalah genetis yang mengakibatkan pendarahan.

Bagaimana rasanya mengucurkan darah dari mata? Hanya Inman yang tahu.

"Orang-orang masih menganggapku 'kerasukan'. Pendarahan yang kualami terjadi setiap saat, di sekolah, rumah, juga di malam hari," kata dia.

Inman mengaku, seringkali darah mengucur tanpa ia sadari, sampai orang-orang melihatnya dengan pandangan aneh. Namun, kadang kala didahului rasa seperti terbakar.

"Aku merasa seperti ada orang yang memukul sisi kiri tubuhku dengan palu. Saat itu aku tak bisa tidur sepanjang malam, terus terjaga dengan lampu menyala selama berjam-jam," tambah dia.

Sementara, sang ibu, Tammy Mynatt mengaku ia merasa para dokter sudah kehabisan akal. "Kami telah pergi ke 15 dokter spesialis dari New York, Memphis, sampai Atlanta. Aku sangat frustasi dengan kondisi anakku," kata dia.

Perempuan 35 tahun itu saat ini berharap, dokter di seluruh dunia peduli dan mengulurkan bantuan. "Saya berdoa, seseorang di sana tahu bagaimana untuk menolongnya," kata dia.

Sementara, Dr John Fleming dari Hamilton Eye Institute, Memphis, mengatakan  biasanya para dokter menemukan alasan di balik kejadian pendarahan, misalnya infeksi saluran air mata.

"Kami telah melihat orang yang menderita pendarahan selama berbulan-bulan bahkan tahunan dan kemudian tiba-tiba berhenti."

Kasus serupa juga dialami seorang ibu dari India, Rashida Begum (27). Tiga tahun lalu, ia mulai menangis darah, setelah muntah-muntah dan sakit kepala yang tak tertahankan.

Para ahli dari All India Institute of Medical Sciences di New Delhi diyakini telah memecahkan kasus ini -- bahwa ada kaitan antara pendarahan tersebut dengan masalah di perutnya.