Minggu, 17 April 2011

RIM BATAL BANGUN PABRIK DI INDONESIA

Research In Motion (RIM) sedang mempertimbangkan untuk membangun pabrik handset BlackBerry di India. Kemungkinan besar, negara tersebut akan menjadi pusat pengekspor BlackBerry di wilayah Asia, termasuk Indonesia.

"India adalah pasar yang penting dan strategis bagi RIM. Sektor mobile yang tumbuh cepat menjadi potensi yang besar untuk ekspansi lebih lanjut," kata jurubicara RIM pada Hindu Business News, Senin, 28 Maret 2011.

Robin Bienfait, Chief Information Officer RIM kabarnya akan menyambangi India untuk bertemu langsung dengan pengguna BlackBerry serta mitra bisnis RIM di sana.

RIM sempat memiliki jejak rekam yang kurang baik di beberapa negara Asia, termasuk India dan Indonesia. Di India, terdapat regulasi yang mengharuskan trafik e-mail pengguna BlackBerry terekam dan melalui jaringan kepolisian setempat.

Di Indonesia, kontroversi RIM mencuat sejak bermasalah dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika. Perusahaan ini sempat diminta untuk membangun pabrik di Indonesia. Namun, permintaan ini belum bisa dipenuhi. RIM malah menawar untuk membangun network aggregator di kawasan regional terdekat dengan Indonesia. Tujuannya, untuk memangkas biaya dan meningkatkan kinerja BlackBerry karena trafik data dibuat lebih ringkas, tidak perlu sampai ke server RIM di Kanada terlebih dahulu.

Selain itu, RIM juga menawarkan untuk memfasilitasi lawful interception (penyadapan yang absah) untuk mempermudah proses penegakan hukum. Prosedur dan mekanismenya akan segera dibahas Kementerian Kominfo bersama RIM. Ini semua menjadi bagian dari "pekerjaan rumah" RIM yang harus dituntaskan tahun ini.

Tampak kesulitan untuk membujuk perusahaan Kanada itu untuk membangun pabrik di Indonesia, pemerintah lantas mendesak RIM untuk memblokir akses situs porno dari handset BlackBerry. Tuntutan itu langsung dipenuhi RIM kurang dari 100 jam, waktu yang ditentukan Kementerian Kominfo.

Penetrasi BlackBerry di sejumlah negara Asia masih tinggi. Sementara itu, di Amerika Serikat dan Eropa, BlackBerry perlahan-lahan ditinggalkan dan mulai hilang dari pasar, setidaknya dalam beberapa tahun terakhir. RIM berharap dapat mengoptimalkan layanannya di wilayah Asia untuk mempertahankan pertumbuhan pendapatan perusahaan dalam jangka panjang.

SEOARANG IBU ASYIK FACEBOKAN BAYI TEWAS DI KAMAR MANDI


Jakarta - Keasyikan mengakses Facebook bisa bikin lupa waktu. Bahkan seorang bayi meninggal dunia di bak kamar mandi karena lupa diurus oleh ibunya yang sedang mengutak atik situs jejaring terpopuler itu.

Ibu bernama Shannon Johnson telah ditangkap polisi dengan dakwaan mengabaikan anaknya sendiri sampai meninggal. Si bayi yang baru berusia 13 bulan itu tewas karena tenggelam di bak mandi.

Kepada polisi, Shannon mengaku sedang main game Cafe World di Facebook dan membiarkan anaknya sendirian di bak mandi yang tidak begitu penuh airnya. Dia sempat menengok anaknya satu kali dan sang bayi masih dalam keadaan baik-baik saja.

Shannon pun meneruskan permainan. Namun ketika dia menengok kembali ke kamar mandi, anaknya sudah dalam keadaan tidak lagi bernyawa. Shannon sempat melarikannya ke rumah sakit terdekat, namun jiwa si bayi malang tak tertolong.

Shannon yang bermukim di Fort Lupton, Amerika Serikat ini berkilah dia membiarkan putranya di kamar mandi karena si bayi memang ingin ditinggal sendiri. Selain itu, seperti detikINET kutip dari 9News, Jumat (14/1/2011), dia menyatakan ingin membuat anaknya mandiri.

Apapun alasannya, Shannon harus bertanggungjawab di depan hukum karena lalai merawat anaknya yang harus meregang nyawa. Terlalu larut main game di Facebook membawa akibat buruk bagi dia.
Colorado - Beberapa waktu lalu, seorang ibu terlalu asyik facebookandan menelantarkan bayinya hingga tewas tenggelam di bathub. Sang ibu bernama Shannon Johnson ini telah menjalani proses hukum di pengadilan dan akhirnya diganjar 10 tahun penjara.

Dikutip detikINET dari Reuters,Sabtu (16/4/2011), setelah masa hukumannya berakhir Shannon masih harus menjalani pembebasan bersyarat selama 5 tahun. Hakim menilai Shannon bertanggungjawab penuh terhadap kematian buah hatinya.

Hasil otopsi memastikan si bayi yang baru berusia 13 bulan itu tewas tenggelam. Kepada polisi, Shannon mengaku sedang main game Cafe World di Facebook dan membiarkan anaknya sendirian di bak mandi yang tidak begitu penuh airnya.

Shannon yang bermukim di Fort Lupton, Amerika Serikat kala itu berkilah bahwa dia membiarkan putranya di kamar mandi karena si bayi memang ingin ditinggal sendiri. Selain itu, dia menyatakan ingin membuat anaknya mandiri.

Namun akibatnya fatal, si bayi meninggal dunia di kamar mandi. Akibatnya, Shannon ditangkap polisi dengan dakwaan penyiksaan anak dan akhirnya terkena hukuman berat.