Sabtu, 05 Februari 2011
20 MAHASISWA INDONESIA DI SERGAP MILITER MESIR
Kabar menyedihkan mencuat dari mahasiswa RI yang kini masih berada di Mesir. Para mahasiswa yang belum dievakuasi oleh pemerintah RI ini, pada Sabtu (5/2/2011) sore sekitar pukul 17.00 WIB, disergap dan diangkut oleh militer Mesir.
Tak hanya itu,para mahasiswa yang berjumlah sekitar 20 orang tersebut juga ditodong dengan senjata oleh militer Mesir.
Peristiwa ini terjadi di aparetemen Mahasiswa RI yang berada di distrik Toub Romly ,Kairo, Mesir.
Bisyri Ikhwan, salah satu mahasiswa Mesir yang tinggal di apartemen tersebut, kepada Tribunnews.com, mengaku menjadi satu dari tiga mahasiswa RI yang kemudian dibawa militer Mesir.
"Saya ikut disergap bersama 19 teman-teman saya. Namun, hanya bertiga yang kemudian dibawa militer Mesir," ujar Bisyri melalui surat elektronik kepada Tribunnews.com. Ketika itu, para mahasiswa Indonesia ini sedang packing untuk evakuasi pulang ke tanah air.
Ceritanya, militer Mesir yang mendatangi apartemennya berjumlah satu kompi, lengkap dengan senjata laras panjang. Beberapa barang-barang yang sudah dikemas untuk evakuasi ke Indonesia, juga digeledah militer Mesir.
Tiga dari 20 mahasiswa RI, kemudian diangkut ke markas militer Mesir di Ma'hat Harb Elektronia. setelah diinterogasi sekitar 30 menit, ketiga mahasiswa Indonesia ini kemudian dilepaskan karena tidak terbukti menjarah.
MALAYSIA TERANCAM BANGKRUT?
Kelompok oposisi mengklaim bahwa pemerintah Malaysia berada di ambang kebangkrutan setelah memiliki tunggakan hutang yang cukup besar. Demikian dilansir The Star, Sabtu (4/2/2011).
Namun, hal itu dibantah oleh Presiden MCA Datuk Seri Dr Chua Soi Lek dengan mengatakan jika defisit GDP mencapai rasion 5,4 persen. "Untuk negara-negara seperti Yunani mencapai defisit GDP mencapai 12 persen," katanya saat menjadi tuan rumah open house perayaan Imlek.
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengatakan ia berjanji akan mengurangi defisit hingga 5,2 persen. Dr Chua mengatakan dengan tegas bahwa pemerintah tidak menghadapi masalah kebangkrutan terkait dengan menguatnya ringgit Malaysia terutama dengan makin besarnya investasi luar negeri tahun lalu.
"Penguatan mata uang kita dengan investasi yang masuk tidak akan terjadi jika negara bangkrut atau menghadapi bangkrut," jelas Chua.
Namun, hal itu dibantah oleh Presiden MCA Datuk Seri Dr Chua Soi Lek dengan mengatakan jika defisit GDP mencapai rasion 5,4 persen. "Untuk negara-negara seperti Yunani mencapai defisit GDP mencapai 12 persen," katanya saat menjadi tuan rumah open house perayaan Imlek.
Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak mengatakan ia berjanji akan mengurangi defisit hingga 5,2 persen. Dr Chua mengatakan dengan tegas bahwa pemerintah tidak menghadapi masalah kebangkrutan terkait dengan menguatnya ringgit Malaysia terutama dengan makin besarnya investasi luar negeri tahun lalu.
"Penguatan mata uang kita dengan investasi yang masuk tidak akan terjadi jika negara bangkrut atau menghadapi bangkrut," jelas Chua.
Langganan:
Postingan (Atom)

