Jumat, 12 November 2010

Sumpit Ini Tertanam di Perut Selama 28 Tahun

 
Sumpit Ini Tertanam di Perut Selama 28 Tahun
Remahan sumpit yang sudah jadi bubur berwarna hitam mengendap di lambung pria asal China.
Zhang, seorang pria 50 tahun asal China, menjalani operasi untuk mengeluarkan sumpit dari lambungnya, awal pekan ini. Sumpit itu tertanam di lambungnya selama 28 tahun.

Seperti dilaporkan China Daily, pria itu melakukan operasi setelah merasakan sakit tak tertahankan di bagian perut. Bahkan, rasa sakit itu tak jarang membuatnya pingsan.

Zhang tak mengira sakit misterius itu muncul akibat sumpit yang ditelannya 28 tahun lalu. Sebab selama ini, perutnya tak pernah bermasalah. Ia anggap sumpit itu sudah tercerna sempurna oleh lambungnya.

Ia baru tersadar sumpit itu menjadi biang masalah di perutnya saat melihat hasil pemeriksaan dokter. Ia melihat remahan sumpit yang sudah menjadi bubur berwarna hitam mengendap di lambungnya.

"Sisa-sisa sumpit itu tidak bisa dicerna," kata Zhang Dongwei, ahli bedah di Rumah Sakit Tongji, Shanghai, yang menangani kasus ini, kepada koran The Oriental Morning Post, seperti dikutip dari laman Telegraph.
Dokter kemudian membuat sayatan kecil di perut Zhang untuk menyingkirkan endapan sumpit kayu itu. Hanya, sejumlah media setempat tidak menjelaskan latar belakang mengapa Zhang menelan sumpit itu. (pet

Bocah Selamat Setelah Telan Gunting


"Itu adalah hari terburuk dalam hidupku. Sungguh mimpi buruk,"
Peristiwa yang terjadi di Bristol, Inggris, ini benar-benar mengejutkan. Curtis Francis, bocah berusia 12 tahun, menelan sebuah gunting hingga menyangkut di kerongkongan. Beruntung, dia selamat dengan hanya mengalami cedera ringan, seperti dikutip dari The Sun.

Tanpa sepengetahun Karon Edwards, sang ibu, Curtis tanpa sadar memasukkan gunting yang sedang dipegangnya ke dalam mulutnya. Ketika Karon melihat anaknya batuk darah, ia baru menyadari ada sesuatu yang salah dialami Curtis.

"Aku hanya berpikir dia menelan tutup pena. Tapi, ya Tuhan, ternyata yang ia telan adalah sebuah gunting," ujar Karon.

Melihat ujung bagian gunting yang masih 'menyembul' di ujung kerongkongan anaknya, Karon panik. Ia langsung memanggil paramedis. Bocah malang ini selanjutnya dilarikan dengan ambulans ke Bristol Royal Infirmary. Di rumah sakit inilah dokter berhasil mengeluarkan gunting itu.

“Pada saat ambulan tiba, aku dan Curtis menangis. Ketika kami sampai rumah sakit dan diberitahu ada gunting di kerongkongannya, aku sangat khawatir,” kata Karon.

Curtis sangat beruntung. Dia tidak mengalami kerusakan fisik secara permanen. Saat ini, Curtis sedang menjalani pemulihan dari luka akibat bagian ujung gunting yang tajam.

Ternyata, kejadian menakutkan ini bukan baru sekali dialami Curtis. Sebelumnya, tutup pena juga pernah ditelannya. "Waktu itu, tutup penanya berhasil dikeluarkan, karena ukurannya tidak terlalu besar," ucap Karon dengan wajah menunjukkan rasa cemas.

Berbeda dari anak sebayanya, Curtis memang tergolong anak berkebutuhan khusus. Ia tidak peka terhadap bahaya. "Saya memang harus mengawasinya sepanjang waktu. Tapi, aku lengah saat dia menelan gunting tersebut," kata Karon yang menceritakan kejadian pada 11 Agustus 2010. "Itu adalah hari terburuk dalam hidupku. Sungguh mimpi buruk. Sekarang, saya harus lebih berhati-hati menjaganya.”