Kamis, 28 Oktober 2010

VIDEO KAMPUNGNYA MBAH MARIJAN







Mbah Maridjan Dimakamkan di Glagaharjo

Headline News / Sosbud / Kamis, 28 Oktober 2010 11:13 WIB

Metrotvnews.com, Sleman: Juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan akan dimakamkan di Dusun Srunen, Glagaharjo, Cangkringan, Yogyakarta, Kamis (28/10) siang ini. Ratusan warga menunggu di lokasi pemakaman umum tersebut. Saat ini jenazah Mbah Maridjan masih dalam perjalanan. Jenazah kakek berusia 83 tahun itu dibawa dengan ambulans dari Rumah Sakit Sardjito Yogyakarta. Jenazah dibawa mampir ke Universitas Islam Indonesia di Jalan Kaliurang, Sleman, untuk disalatkan.

Selain Mbah Maridjan, di pemakanan ini juga akan dikebumikan korban lain awan panas Gunung Merapi, Selasa (25/10). Dari 31 korban tewas, 27 di antaranya berasal dari Dusun Pelemsari, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman. Ini merupakan Desa tempat rumah Mbah Maridjan berdiri. Desa Umbulharjo merupakan kawasan terparah akibat letusan Merapi. Desa ini tersapu erupsi awan panas. Maklum, desa ini merupakan daerah aliran awan panas alias wedhus gembel Merapi.







Rabu, 27 Oktober 2010

VIDEO PENGUBURAN MASSAL KORBAN TSUNAMI





Puluhan Korban Tsunami Mentawai Dikubur Massal

Headline News / Nusantara / Kamis, 28 Oktober 2010 03:06 WIB





Salah satu desa yang terparah dihajar tsunami adalah Montei Barubaru, Kecamatan Pagai Utara, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatra Barat. Sedikitnya 88 korban tewas dikuburkan secara massal di sana, Rabu (27/10) sore.

Puluhan korban tewas itu ditemukan tim dari relawan, TNI, Polri, Badan SAR Nasional dan pemerintah daerah. Seorang korban meninggal di rumah sakit. Dari 311 penduduk di Montei Barubaru, 131 selamat dan 86 lainnya mengungsi ke posko relawan Sikakap Timur.

Sebanyak 31 warga bertahan di Motei Barubaru untuk mencari sanak keluarganya yang hilang. Diperkirakan, masih ada 90 warga Montei Barubaru yang hilang dan dalam proses pencarian.

Proses pencarian cukup sulit. Sebab, kebanyakan korban terkena reruntuhan rumah dan hilang terkena arus. Apalagi, proses evakuasi tidak dilakukan dengan alat berat. Alhasil, tim membutuhkan waktu lama. Dari 73 rumah, semua rata dengan tanah