Selasa, 19 Oktober 2010
Ponsel Termahal, Rp70,6 Miliar
Desainer gadget asal Liverpool, Inggris, Stuart Hughes, kembali memikat pecintafashion gadget dengan casing Apple iPhone 4 bertahta berlian. Telepon seluler dengan desain supermewah ini akan dijual dengan harga £5 juta atau sekitar Rp70,6 miliar.
Demi ambisinya menciptakan ponsel termahal di dunia, Hughes menempelkan 500 berlian yang total mencapai 100 karat. Selain mengitari bingkai ponsel, taburan berlian juga tampak di bagian logo Apple sisi belakang dan tombol utama di sisi depan.
Hughes hanya membuat dua set rancangan ponsel. Ia membuatnya atas pesanan seorang pengusaha asal Australia yang namanya sengaja disembunyikan, "Ini tantangan fantastis dan saya benar-benar puas dengan hasil akhirnya. Telepon itu terlihat menakjubkan," katanya seperti dikutip dari laman Orange.
Untuk membuat dua ponsel itu semakin mewah, Hughes juga mengganti boks kardus dengan boks berbahan granit berwarna merah muda seberat 7 kilogram. Bagian dalam boks ini juga dilapisi dengan kulit terbaik.
Sebelumnya, Hughes juga meluncurkan rancangan telepon berlapis emas 22 karat. Telepon berpenampilan klasik yang dinamai PrivĂ© Phones ini dijual seharga £140 ribu atau sekitar Rp1,9 miliar. Hanya ada 10 unit PrivĂ© Phones karya Hughes di dunia.
Hughes memang dikenal sebagai perancang tampilan gadget mewah. Dia telah merancang tampilan banyak perangkat selama 12 tahun. Dia memulai kariernya dengan melapisi Nokia 8800 dengan emas.
Hughes mengaku sangat mencintai pekerjaannya. Salah satu pelanggannya adalah pendiri rumah mode Dolce and Gabbana, Stefano Gabbana. "Telepon-telepon ini memang ditujukan bagi mereka yang sangat kaya, mereka tidak dapat dibandingkan dengan telepon yang bisa ditemukan di mana saja," ujar Hughes
Senin, 18 Oktober 2010
KOLEKSI YANG DI SUKAI MILIADER MULAI JET TEMPUR, KAPAL PESIAR DAN EMAS
Beragam cara dilakukan oleh para miliarder, baik di dunia maupun di kawasan Asia guna mempertahankan atau meningkatkan nilai kekayaan mereka.
Pertimbangan ekonomi, seperti keuntungan finansial, kekhawatiran inflasi dan risiko mata uang, kerap menjadi alasan bagi para miliarder untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk aset-aset berwujud.
Bagi para miliarder Asia, instrumen investasi keuangan yang canggih sangat diwaspadai sehingga mereka lebih cenderung memilih investasi konservatif.
Namun, faktor budaya juga sering menjadi pertimbangan para miliarder untuk memiliki aset-aset tersebut. Bahkan, pertimbangan juga menjadi alasan bagi miliarder baru untuk membeli aset-aset super mewah, seperti barang seni, mobil mewah guna mendongkrak reputasi atau memamerkan kekayaan mereka.
Mereka ini adalah para pemilik dana sedikitnya US$1 juta atau Rp9 miliar yang biasa dikenal dengan kelompok high net worth (HNW). Menurut laporan "Asia Pacific Wealth Report 2010" yang VIVAnews kutip dari riset Merril Lynch Wealth Management, Bank of America dan Capgemini, pada akhir 2009, jumlah miliarder Asia mencapai 3 juta orang dengan total kekayaan US$9,7 triliun.
Berikut ini cara miliarder di sejumlah negara Asia dalam membelanjakan duitnya baik untuk memenuhi kegemarannya atau sebagai pilihan investasi seperti dilaporkan dalam riset tersebut.
1. Australia
Miliarder Australia lebih senang membelanjakan lebih dari sepertiga dananya untuk barang-barang mewah, seperti mobil mewah, jet pribadi dan kapal pesiar. Sebanyak 26 persen untuk barang-barang seni. Jumlah miliarder Australia sebanyak 174 ribu orang dengan kekayaan US$519 miliar.
2. China
Miliarder China lebih menyukai membelanjakan lebih dari sepertiga (34 persen) harta mereka untuk memborong emas, perhiasan, berlian atau jam tangan mewah. Namun, sekitar 29 persen hartanya digunakan untuk membeli barang-barang luks, seperti mobil mewah. Jumlah miliarder China sebanyak 477 ribu orang dengan kekayaan US$2.347 miliar.
3. India
Seperti halnya China, miliarder India lebih senang menghamburkan duitnya untuk membeli emas perhiasan dan berlian. Namun, orang-orang kaya India juga gemar mengkoleksi barang-barang seni berharga, seperti lukisan. Jumlah miliarder India sebanyak 127 ribu orang dengan kekayaan US$477 miliar.
4. Indonesia
Indonesia juga tak berbeda jauh dengan miliarder China dan India yang senang mengoleksi emas dan berlian sebagai pilihan investasi. Namun, miliarder Indonesia juga melirik barang-barang mewah, seperti mobil-mobil mewah. Membelanjakan duit untuk aktivitas olahraga tergolong tinggi bagi miliarder Indonesia. Jumlah miliarder Indonesia sebanyak 24 ribu orang dengan kekayaan US$80 miliar.
5. Jepang
Jepang sebagai negara maju seperti halnya Australia. Para miliarder di negeri ini lebih suka mengoleksi aset seperti mobil mewah, kapal pesiar dan jet pribadi. Pilihan kedua adalah belanja untuk emas dan berlian. Jumlah miliarder Jepang sebanyak 1.650 orang dengan kekayaan US$3.892 miliar.
6. Hong Kong
Hong Kong lebih menyukai menyimpan barang-barang seni bernilai tinggi, selain barang-barang berharga seperti emas perhiasan dan berlian. Bahkan, Hong Kong menjadi pusat lelang terbesar ketiga di dunia untuk barang-barang seni setelah New York dan London. Jumlah miliarder Hong Kong sebanyak 174 ribu dengan kekayaan US$379 miliar.
Pertimbangan ekonomi, seperti keuntungan finansial, kekhawatiran inflasi dan risiko mata uang, kerap menjadi alasan bagi para miliarder untuk menginvestasikan dananya dalam bentuk aset-aset berwujud.
Bagi para miliarder Asia, instrumen investasi keuangan yang canggih sangat diwaspadai sehingga mereka lebih cenderung memilih investasi konservatif.
Namun, faktor budaya juga sering menjadi pertimbangan para miliarder untuk memiliki aset-aset tersebut. Bahkan, pertimbangan juga menjadi alasan bagi miliarder baru untuk membeli aset-aset super mewah, seperti barang seni, mobil mewah guna mendongkrak reputasi atau memamerkan kekayaan mereka.
Mereka ini adalah para pemilik dana sedikitnya US$1 juta atau Rp9 miliar yang biasa dikenal dengan kelompok high net worth (HNW). Menurut laporan "Asia Pacific Wealth Report 2010" yang VIVAnews kutip dari riset Merril Lynch Wealth Management, Bank of America dan Capgemini, pada akhir 2009, jumlah miliarder Asia mencapai 3 juta orang dengan total kekayaan US$9,7 triliun.
Berikut ini cara miliarder di sejumlah negara Asia dalam membelanjakan duitnya baik untuk memenuhi kegemarannya atau sebagai pilihan investasi seperti dilaporkan dalam riset tersebut.
1. Australia
2. China
Miliarder China lebih menyukai membelanjakan lebih dari sepertiga (34 persen) harta mereka untuk memborong emas, perhiasan, berlian atau jam tangan mewah. Namun, sekitar 29 persen hartanya digunakan untuk membeli barang-barang luks, seperti mobil mewah. Jumlah miliarder China sebanyak 477 ribu orang dengan kekayaan US$2.347 miliar.
3. India
4. Indonesia
Indonesia juga tak berbeda jauh dengan miliarder China dan India yang senang mengoleksi emas dan berlian sebagai pilihan investasi. Namun, miliarder Indonesia juga melirik barang-barang mewah, seperti mobil-mobil mewah. Membelanjakan duit untuk aktivitas olahraga tergolong tinggi bagi miliarder Indonesia. Jumlah miliarder Indonesia sebanyak 24 ribu orang dengan kekayaan US$80 miliar.
5. Jepang
Jepang sebagai negara maju seperti halnya Australia. Para miliarder di negeri ini lebih suka mengoleksi aset seperti mobil mewah, kapal pesiar dan jet pribadi. Pilihan kedua adalah belanja untuk emas dan berlian. Jumlah miliarder Jepang sebanyak 1.650 orang dengan kekayaan US$3.892 miliar.
6. Hong Kong
Langganan:
Postingan (Atom)
