Rabu, 07 Maret 2012

Jasad Osama Bin Laden Tak Dikubur di Laut?


Sejarah mencatat, gembong teroris wahid, Osama Bin Laden tewas dalam penyerbuan tentara elit Amerika Serikat, US Navy SEAL di rumah persembunyiannya di Abbottabad, Pakistan, Minggu 1 Mei 2011.

Lalu diberitakan, jasad Osama tak dikuburkan dalam tanah, melainkan dilempar dari atas dek Kapal USS Carl Vinson ke Laut Arab. Alasannya: tak ada negara yang mau menerima jenazahnya. Apalagi, cara ini tak menyalahi hukum Islam.
Menurut dia, keputusan memakamkan Osama di laut adalah cara yang hormat dan pantas, kontras dengan kelakuan Osama yang diyakini sebagai otak pelaku serangan teror 9 September 2001. Namun, hampir setahun berlalu, spekulasi soal nasib jenazah Osama kembali merebak. Gara-gara sebuah surat elektronik atau email.

Sebuah surat elektronik yang bocor dari sebuah firma analis intelijen mengungkapkan, jasad Osama diduga dikirim ke Amerika Serikat untuk dikremasi.

Email itu diduga dibajak grup peretas, Anonymous dari Stratfor, organisasi yang berurusan dengan analisis intelijen dan analisis geopolitik. Stratfor juga dikenal dengan julukan "CIA bayangan".

Minggu lalu, Anonymous mengumumkan telah mendapatkan akses terhadap 2,7 juta korespondensi rahasia organisasi tersebut.

Para hacker, kata Stratfor, yang berbasis di Austin, Texas, "tanpa petunjuk" saat menyusup ke keamanan database.

Dalam sejumlah dokumen yang dikirim kelompok peretas pada situs pembocor dokumen rahasia, WikiLeaks, wakil direktur perusahaan Stratfor, Fred Burton mengatakan, ia meragukan versi resmi Gedung Putih soal apa yang terjadi dengan tubuh tak bernyawa Osama.

Fred Burton, dalam surel itu mengatakan, jasad Osama dibawa ke Dover, Delaware, oleh sebuah pesawat CIA. Kemudian, diantar ke institut patologi milik angkatan bersenjata, Armed Forces Institute of Pathology di Bethesda, Maryland.

Klaim ini tentu saja menjadi amunisi bagi mereka yang meyakini teori konspirasi. Apalagi diketahui, institut patologi itu ditutup selamanya pada 12 September 2011, empat bulan setelah kematian Bin Laden.

Dalam surel yang lain, Burton mengatakan, "jika benar tubuhnya dibuang ke laut, sesuatu yang saya ragukan, sangat mirip dengan 'sentuhan' Adolph Eichmann."

Eichmann adalah perwira tinggi Nazi berpangkat Letnan Kolonel, arsitek Holocaust,  yang dijatuhi hukuman gantung oleh Israel. Jasadnya dikremasi dan ditabur di sebuah titik di Laut Tengah. Agar makamnya tak jadi monumen bagi para neo-Nazi.

Dalam surel lain, CEO Stratfor, George Friedman merespon, "tapi saya tak tahu ada orang yang mengklaim bahwa jasad itu bukan Eichmann. Tak ada perbandingan, tiba-tiba menguburnya di laut tanpa kesempatan untuk melihatnya, itu yang membuat saya ragu."

Namun, saat mengomentari pencurian dokumen rahasia ini, pada 2 Februari 2012, Stratfor mengeluarkan pernyataan bahwa pencurian surel dan informasi privat dan publikasinya di WikiLeaks adalah tindakan yang sangat disayangkan, melanggar privasi, dan tentu saja ilegal.

"Beberapa email dapat dipalsukan atau diubah sehingga tak lagi akurat. Beberapa mungkin otentik. Kami tidak akan melakukan validasi, juga tak akan memberikan penjelasan," kata  Stratfor.

"Setelah properti kami dicuri, kami tidak ingin menjadi korban untuk kedua kalinya dengan mempersoalkan mereka." 

0 komentar:

Poskan Komentar