Kamis, 11 Agustus 2011

NAZARUDIN TERANCAM DI BUNUH

Muhammad Nazaruddin telah ditangkap di Kolombia. Eks Bendahara Umum Partai Demokrat yang kerap bernyanyi di media massa ini diharapkan pulang ke Indonesia dengan selamat untuk membuktikan tuduhan-tuduhannya terkait kasus suap Wisma Atlet SEA Games maupun kasus-kasus korupsi besar lainnya yang merugikan APBN.

Kekhawatiran atas keselamatan Nazaruddin disampaikan sejumlah pihak, salah satunya, Ketua Komite Etik dan Penasihat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Abdullah Hehamahua. Ia khawatir, Nazaruddin bakal di-Munir-kan. "Syukur-syukur kalau dia sampai masih hidup. Kalau dia 'di-Munir-kan' di jalan bagaimana? Bisa saja di Indonesia ini. Apa yang tidak bisa?" ujar Hehamahua di Kantor KPK Jakarta, Rabu, 10 Agustus 2011.

Lantas, bagaimana persiapan tim untuk memulangkan Nazaruddin? Dihubungi VIVAnews.com, Kamis pagi waktu Indonesia, Fungsi Politik KBRI Bogota, Made Subagia mengatakan, hingga saat ini proses pemulangan Nazaruddin ke Indonesia masih dilakukan. "Hari ini ada serah terima dari Kejaksaan ke Imigrasi Kolombia. Memang agak molor sedikit, tak persis jam 06.00," kata Made, Kamis 11 Agustus 2011.

Saat ini, Made menambahkan, Nazaruddin masih ditahan di tahanan Keimigrasian. " Menurut pemeriksaan kesehatan, dia baik-baik saja, hanya sedikit lemas karena puasa."

Made mengaku belum tahu kapan Nazaruddin dipulangkan. "Masih kami diskusikan, belum ada keputusan final. Kami masih bekerja," tambah dia.

Bagaimana dengan kekhawatiran Nazaruddin bakal kabur atau bahkan dibunuh sebelum sampai ke Indonesia? "Sesuai arahan Bapak Presiden, kami berkewajiban memonitor keamanan yang bersangkutan. Nanti wakil dari KBRI (Bogota) akan menyertai kepulangannya," kata Made. Apakah Nazaruddin akan diborgol selama dalam perjalanan? "Kita lihat nanti," jawab Made.

Sebelumnya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah memerintahkan penegak hukum dan Duta Besar RI untuk Kolombia, Michael Menufundu untuk menjaga ketat Nazaruddin. "Banyak pihak yang berkepentingan untuk bisa mendengarkan langsung dari Nazaruddin," kata Juru Bicara Presiden, Julian Aldrin Pasha, di Kantor Presiden, Jakarta Pusat, Selasa, 9 Agustus 2011. (adi)

0 komentar:

Poskan Komentar