Jumat, 13 April 2012

Polisi Telusuri Keterlibatan Oknum TNI AL


Keterlibatan Oknum TNI AL Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Rikwanto, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Polisi Militer Angkatan Laut untuk mengusut pengeroyokan yang terjadi di SPBU Shell, Danau Sunter, Jakarta Utara beberapa waktu lalu.

Menurut dia, dilibatkannya POM AL dalam penanganan kasus ini yaitu untuk menelusuri kemungkinan adanya keterlibatan oknum TNI AL. "Alternatif dugaan itu ada, makanya juga kami dari polisi dan POM AL mencari kelompok itu. Tetapi, kami juga membuka dugaan kelompok lain," ujar Rikwanto, Kamis 12 April 2012.

Dalam rekaman CCTV yang ada di SPBU, terlihat seorang pria yang jelas mukanya. Ia berambut cepak, berbadan tegap, dan memakai kaos ketat seperti kaos dalaman berwarna biru tua.
"Memang itu seperti kaos buat latihan, kalau polisi kan cokelat, kalau TNI itu hijau atau biru. Tetapi, tidak bisa langsung disebut TNI atau bukan. Kalau ada saksi yang bilang "komandan", kami masih kumpulkan fakta hukum di lapangan," katanya.

Polisi menduga pengeroyokan di SPBU Shell, Jalan Danau Sunter Utara, Jakarta Utara merupakan aksi balasan penyerangan di kawasan Pademangan. Kelasi (KLS) Arifin, anggota Pangkalan Armada Maritim RI wilayah Barat (Pangarmabar) TNI AL tewas dikeroyok.

Sedangkan korban dalam bentrokan di SPBU ada empat orang, satu di antara mereka meninggal dunia, Soleh, 19.

Kepala Sub Direktorat Reserse Mobil Direkrorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Herry Heryawan, menjelaskan keempat korban yang dianiaya merupakan korban salah sasaran.

"Mereka mau nonton balap motor di Kemayoran. Karena sepi pasca anggota TNI yang dikeroyok itu, mereka akhirnya pulang. Lalu Soleh kehabisan bensin dan mau isi bensin di SPBU Shell, dia tidak tahu apa-apa," ujarnya.

Kepala Pusat Penerangan TNI Angkatan Laut Laksamana Untung Suropati membantah rekan-rekan Arifin yang melakukan aksi balas dendam pada penyerangan 7 dan 8 Apri 2012 yang menewaskan satu warga bernama Soleh.

Untung menjelaskan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya untuk membantu penyelidikan kasus pembunuhan anggotanya itu.

0 komentar:

Poskan Komentar