Sabtu, 31 Maret 2012

Merugi, RIM Ubah Fokus Bisnis



Produsen BlackBerry, Research In Motion (RIM) telah melaporkan kerugian jelang akhir kuartal I-2012. RIM mengungkapkan sebagian pendapatan jatuh, karena pengiriman telepon pintar (smartphone) yang melambat.

RIM mencatat kerugian perusahaan untuk tiga bulan hingga 3 Maret 2012 mencapai US$125 juta. Padahal, setahun sebelumnya, perusahaan mampu mengantongi keuntungan US$934 juta. Tak hanya merugi, RIM juga mencatat penurunan pendapatan dari US$5,2 miliar menjadi US$4,2 miliar.

Dengan kondisi tersebut, manajemen RIM memutuskan untuk kembali fokus pada pasar korporasi dan meninggalkan konsumen individu. Perusahaan juga mengumumkan pengunduran diri mantan kepala eksekutif, Jim Balsillie, yang akan disusul kepala teknologi, David Yacht.
Kinerja yang mengecewakan dari RIM cukup membuat khawatir para investor. Terbukti, saham RIM dilaporkan turun sebesar 9 persen pada perdagangan saham kemarin. Selama 2011, saham RIM tercatat telah turun sebesar 80 persen.
Pengiriman smartphone BlackBerry pada kuartal tersebut juga turun menjadi 11,1 juta. Dibandingkan kuartal IV-2011, pengiriman telepon pintar BlackBerry ini melorot 21 persen. Nasib sedikit beruntung dialami produk tablet Playbook yang masih mampu mengirim 500 ribu unit. Namun, besarnya pengiriman itu lebih karena langkah diskon besar yang ditempuh perusahaan.

Untuk tahun finansial, perusahaan mencatat keuntungan bersih sebesar US$1,2 miliar, atau turun dari US$3,4 miliar pada tahun sebelumnya. Hasil ini lebih buruk dari yang diharapkan oleh analis saham.

Fokus ke PerusahaanSaat ini, RIM masih berusaha berjuang agar bisa bersaing dengan perusahaan penghasilsmartphone, seperti iPhone Apple dan handset yang berjalan pada sistem operasi Google Android.
Namun, CEO yang baru diangkat, Thorsten Heins, menyatakan perusahaan kini hanya akan berfokus pada pasar inti tradisional dari pelanggan korporat bukan pada konsumen individu.

"Kami berencana untuk kembali fokus pada bisnis perusahaan dan memanfaatkan posisi terdepan kami di segmen ini," katanya seperti dilansir laman BBC.

"Kami percaya bahwa BlackBerry tidak bisa berhasil jika kami mencoba menjadi kesukaan semua orang dan semua hal untuk semua orang. Karena itu, kami berencana untuk membangun kekuatan," tuturnya

0 komentar:

Poskan Komentar