Jumat, 17 Februari 2012

Pembelaan John Kei Soal Kasus Pembunuhan Bos PT Sanex Steel


John Kei tak mau disebut-sebut ada di balik pembunuhan bos PT Sanex Steel, Tan Hari Tantono alias Ayung. Alasannya, baik John dengan korban dikenal sangat akrab.

"Yang saya tahu mereka kenal baik, tidak punya masalah dan sudah kenal cukup lama," terang Tofik yang ditemui di RS Polri, Jl Kramat Jati, Jakarta Timur, Sabtu (18/2/2012) dini hari. Tofik sedang menunggui John Kei yang tengah mendapatkan perawatan setelah ditembak polisi.

Terkait kasus pembunuhan Ayung yang terjadi pada hari Selasa (27/1) lalu di Swiss-Belhotel, Sawah Besar, Jakarta Pusat, polisi sudah menangkap lima orang yang diduga sebagai pelaku. Dari pengakuan kelima-limanya, tidak pernah sekalipun tersebut nama John Kei.

"Saya juga kan kebetulan kuasa hukum dari lima orang yang ditangkap sebelumnya dan mereka telah di BAP, tidak ada yang sebut (nama John Kei) dan tidak akan dilakukan juga oleh Jhon Kei, semua katakan mereka yang lakukan," jelasnya.

Sebelum peristiwa itu terjadi, lanjut Tofik, kliennya dan korban memang sempat bertemu. Namun tidak ada hal yang ganjil dari pertemuan tersebut.

"Mereka memang sempat ketemu dan ngobrol soal imlek dan soal pabrik di Cikupa. Dan sebelum kejadian John sudah meninggalkan hotel duluan," bebernya.

Tofik pun menguatkan pernyataannya bahwa John bukanlah otak dari pembunuhan ini dengan mengatakan bahwa pria dengan tubuh penuh tato ini juga marah terhadap tindakan kelima orang yang telah ditangkap polisi sebelumnya.

"John pun sangat marah sama yang mereka lakukan ini," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Jumat (17/2) malam John Kei ditangkap di kamar 501 Hotel C'One Pulomas. Pria bernama lengkap John Refra Kei ini ditangkap bersama seorang artis perempuan berinisial AF saat sedang pesta shabu.

Kepolisian Daerah Metro Jaya membenarkan bahwa penangkapan John malam itu terkait pembunuhan bos PT Sanex Steel, Ayung alias Tan Hari Tantono (50). John Kei disebut-sebut sempat datang ke hotel di mana Ayung dibunuh, beberapa saat setelah empat orang masuk lebih dulu ke kamar 2701. Hal itu terekam dalam CCTV (circuit closed television) hotel.

0 komentar:

Poskan Komentar