Jumat, 17 Februari 2012

Masjid Ahmadiyah di Cianjur Dirusak Massa


Ratusan orang menyerang Masjid Nurhidayah milik jamaah Ahmadiyah di Jalan Raya Ciranjang Kampung Cisaat RT 01/08 Desa Cipeuyeum Kecamatan di Haurwangi Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat 17 Februari 2012. Massa merobohkan tembok bagian belakang masjid itu.

Seorang penjaga masjid, Hasan (63), mengatakan kejadian itu berlangsung cepat. Menurut Hasan, yang rumahnya dekat dengan masjid itu, para penyerang beraksi secara tiba-tiba.

"Waktu itu saya berada di dalam rumah. Tiba tiba terdengar suara ribut-ribut dan suara genteng dilempari. Saya lihat ke belakang, ternyata tembok baru saja di robohkan. Saya langsung lari meyelamatkan diri bersama keluarga," kata Hasan.

Aksi itu berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB. Massa sekitar 200 orang itu terlebih dahulu merobohkan dinding bagian belakang masjid. Kemudian, para pelaku melempari atap bangunan dengan batu. 

Masjid itu mengalami kerusakan yang cukup parah. Genteng, pintu dan jendela kaca hancur berantakan. Tak hanya di luar, bagian dalam masjid juga tak luput dari perusakan. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam penyerangan itu.

Motif penyerangan hingga kini belum jelas. Dugaan sementara karena kekesalan warga terhadap jemaah Ahmadiyah yang masih beraktivitas di masjid itu. Padahal sudah ada kesepakatan untuk menghentikan aktivitas di masjid tersebut.

Kapolres Cianjur, AKBP Agus Tri Heriyanto mengaku berniat mengingatkan jamaah Ahmadiyah untuk mematuhi kesepakatan sesuai Surat Keputusan Bersama Tiga Menteri. "Hari ini kami memang berencana mendatangi masjid Ahmadiyah tersebut. Selain untuk bersilaturahmi, kami juga menyosialisasikan kembali SKB Tiga Menteri," ujar Agus. 

"Namun, sebelum kami datang, masjid tersebut sudah hancur dirusak massa. Saat ini kami masih memintai keterangan saksi-saksi yang menyaksikan peristiwa pengrusakan tersebut."

Aksi perusakan itu sudah ditangani aparat Kepolisian Resor Cianjur. Polisi sudah memasang police line di sekitar masjid. Penjagaan ketat dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan serangan susulan.

0 komentar:

Poskan Komentar