Sabtu, 25 Februari 2012

Bola Mata Keluar, Ridwan Butuh Bantuan


Sudah hampir sepekan Ridwan Sahabat hanya berbaring di tempat tidur RS Kandou Malalayang, Manado. Remaja 17 tahun itu menderita penyakit misterius sejak tiga bulan lalu yang membuatnya kehilangan mata bagian kanan.

"Awalnya dokter mengatakan itu tumor, tapi belakangan dokter mengatakan tidak ada penyakit apa-apa. Sudah tiga kali dokter mengambil sampel di organ matanya," ujar Kadria Sasikome, ibu Ridwan kepada VIVAnews, Sabtu, 25 Februari 2012.

Menurut Kadria, Ridwan mulanya hanya mengeluh sakit mata biasa. Beberapa minggu matanya memerah, perlahan bola matanya mencuat keluar dan membengkak. Kian hari kondisinya kian mengerikan.

"Awalnya matanya memerah, kami berusaha membeli obat tetes mata, tak tahunya perkembangan sakitnya itu mata Ridwan keluar," ucap Kadria sembari memegang kepala dengan kedua tangannya, tanpa bisa menahan air matanya yang meleleh.

Tumbuh di keluarga dengan perekonomian terbatas, Ridwan sangat membutuhkan uluran tangan untuk menyembuhkan sakitnya. Ayahnya seorang nelayan kecil. Ibunya berjualan ikan hasil tangkapan ayahnya, keliling kampung.

Ismail Sahabat, sang ayah, mengatakan bahwa sudah ada beberapa orang yang berjanji membantu putranya, namun tak ada yang terealisasi. "Katanya ada bos mereka yang dari direktur inilah, direktur itulah, kemungkinan orang itu hanya memanfaatkan mengambil bantuan dana untuk anak saya."

Selama seminggu di rumah sakit, Ridwan hanya tidur tanpa obat dan perawatan jelas. Di tengah kondisi yang mengerikan, Ridwan masih berharap uluran tangan untuk sembuh.

0 komentar:

Poskan Komentar