Kamis, 05 Mei 2011

VIDEO INSIDEN EMAIL GRATISAN KOMISI8@YAHOO.COM


 Peristiwa lucu terjadi saat Anggota DPR Komisi VIII DPR-RI bertemu dengan Perhimpunan Pelajar Indonesia di Australia (PPIA) di Konsulat Jenderal Republik Indonesia pada 30 April 2011.
Pertemuan dengan pelajar Indonesia itu adalah salah satu rangkaian kunjungan kerja anggota dewan di Australia Rabu 26 April sampai dengan Senin 2 Mei 2011.

Dalam sesi akhir dialog dengan anggota dewan, para pelajar mencoba meminta email pribadi anggota dewan. Anggota dewan awalnya tidak memberikan email yang diminta oleh salah satu pelajar yang mengikuti dialog itu. Semua terlihat sibuk. Ada yang berkata, "Hendra... Hendra... Mas Hendra mana." Lalu pria berbatik datang. 


"Kami ingin alamat resmi Bapak!” Lalu dibalas, “Nanti, nanti akan diberikan." Tidak puas, salah satu penyiar radio PPIA Internasional langsung menginterupsi, "Tolong disebutkan saja Pak di sini, jadi semua orang bisa dengar…." Suasana dalam ruangan itu mulai sedikit gaduh dan terlihat pula seorang staf yang bolak-balik membisikkan sesuatu ke anggota dewan.

Karena jawaban itu belum bisa memuaskan pelajar, salah seorang Ibu (staf anggota Komisi VIII) berteriak, "Kalau ada yang perlu ditanyakan, silakan saja kirim ke alamat email: Komisi8@yahoo.com." Saat itu situasi langsung riuh.

Dalam video di Youtube yang bersumber dari PPI Australia itu terpampang tulisan, "What???" Komisi8@Yahoo.com? "Sekali lagi Bu". Terang saja ini membuat para pelajar Indonesia di Australia bingung, karena institusi resmi legislatif setingkat DPR RI tidak memiliki domain untuk alamat email atau surat elektronik sendiri. Seperti misalnya, Komisi8@dpr.go.id. Tak aneh bila akhirnya para pelajar Indonesia di Australia ini bingung.
Kunjungan kerja  16 anggota Komisi VIII itu terkait pembahasan RUU tentang Fakir Miskin. PPIA sendiri mengkritik kunjungan kerja Komisi VIII ke Australia yang dinilai sia-sia. Lengkapnya  disini
Hingga kini, Ketua Komisi VIII Abdul Kadir Karding, Wakil Ketua Komisi Gondo Radityo Gambiro, dan Wakil Ketua Chairunnisa, tidak bisa dihubungi soal insiden ini

0 komentar:

Poskan Komentar