Minggu, 01 Mei 2011

KRONOLOGI PEMBEBASAN VERSI KAPTEN KAPAL SINAR KUDUS

Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus akhirnya dibebaskan perompak Somalia. Sepanjang hari ini menjadi detik-detik menegangkan bagi keluarga kapten kapal MV Sinar Kudus, Slamet Jauhari.

Kakak ipar Kapten Slamet Jauhari, Joko Susilo, kepada detikcom, Minggu (1/5/2011), mengisahkan momen menegangkan bagi keluarga sepanjang hari ini. Berikut kronologi pembebasan MV Sinar Kudus yang disampaikan Kapten Slamet kepada keluarganya:

Minggu, dini hari WIB
Reuters melansir berita kapal MV Sinar Kudus dibebaskan setelah perampok menerima uang tebusan. Keluarga juga mendapat kabar ini dari berita internet.

Pukul 5.30 WIB
Joko langsung menelepon Slamet. Rupanya Slamet mengatakan mereka belum bebas betul. "Perompak baru separuh yang meninggalkan kapal," kata Slamet ditirukan Joko.

Pukul 6.30 WIB
Joko menghubungi kembali Slamet. Situasi cukup genting. Menurut Slamet, para perompak hendak berubah pikiran.

"Adik saya cerita, sempat kapal mau dicegat lagi. Malah diserahkan ke kelompok lain," kata Joko.

Joko untuk sementara sengaja tidak menelepon Slamet untuk waktu cukup lama. "Saya tahu ada informasi yang dia simpan. Tapi itu mungkin untuk faktor keamanan," jelasnya.

Pukul 14.00 WIB
Joko kembali menelepon Slamet. Slamet mengatakan dirinya kini dijadikan semacam barter untuk keamanan para perompak sebelum melepas kapal MV Sinar Kudus seutuhnya.

"Saya masih mengantar mereka (para perompak)," kata Slamet ditirukan Joko.
"Mereka takut disergap tentara," imbuh Joko lagi.

Kapal TNI AL memang sudah menunggu Slamet di laut lepas. Slamet pun berusaha menenangkan keluarganya.

"Insya Allah, 5 jam lagi selesai," janji Slamet kepada kakak iparnya itu.

Pukul 18.00 WIB
Belum 5 jam dari yang dijanjikan Slamet, tapi PT Samudra Indonesia sudah mengumumkan kalau MV Sinar Kudus sudah dibebaskan. Joko belum menelepon Slamet lagi setelah pengumuman dari PT Sinar Kudus.
Jakarta - Kapal MV Sinar Kudus telah dibebaskan perompak Somalia. Kini kapal tersebut berlayar ke pelabuhan Wa Salala, Oman, dengan pengawalan kapal perang TNI AL sebelum menuju Rotterdam, Belanda.

"KRI akan kawal sampai tempat aman, sesuai perintah Panglima TNI dan permintaan PT Samudera Indonesia," ujar Kapuspen TNI Laksamana Muda, Iskandar Sitompul, dalam jumpa pers di Kantor PT Samudera Indonesia, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (1/5/2011).

Wakil Presdir PT Samudera Indonesia, David Batubara, menambahkan di pelabuhan Wa Salala kapal akan diperbaiki dan diperiksa. Termasuk memeriksa apakah ada muatan kapal yang dicuri.

Seperti diketahui, kapal ini mengangkut muatan bijih nikel (feronikel) senilai lebih dari Rp 1,5 triliun rupiah. Muatan tersebut diangkut dari pelabuhan Pomalaa, Sulawesi Tenggara, menuju pelabuhan Rotterdam, Belanda.

"Kapal ke pelabuhan terdekat untuk perbaikan. Sekaligus pemeriksaan apakah ada hal-hal yang dicuri atau dirompak," ujar David.

David menjelaskan kapal tetap akan berangkat ke Rotterdam untuk mengantar pesanan bijih nikel. Namun anak buah kapal akan diganti dengan yang baru.

"Kru baru akan membawa kapal ke Rotterdam. Kru yang sebelumnya secepatnya dipulangkan ke untuk bertemu keluarga," terang David.

0 komentar:

Poskan Komentar