Rabu, 27 April 2011

TENTARA AFGANISTAN STRESS 9 TENTARA AS DI TEMBAKI


Sembilan warga Amerika Serikat (AS) di Afganistan tewas diberondong peluru. Pelakunya adalah seorang pilot militer Afganistan yang, diduga, tengah stres dengan masalah keuangan. Dia sendiri juga tewas ditembak.

Menurut kantor berita Associated Press, peristiwa itu berlangsung di bandar udara Kabul, Rabu waktu setempat. Menurut pihak berwenang Afganistan, sebagian besar mereka yang tewas adalah tentara dan seorang lagi warga sipil, yang bekerja sebagai kontraktor.

Ini merupakan serangan paling mematikan yang melibatkan personel militer Afganistan dengan AS, yang menjadi sekutu mereka dalam memerangi Taliban dan al-Qaeda selama ini. Tahun ini saja sudah ada tujuh serangan serupa.

Milisi Taliban mengklaim bahwa insiden kemarin adalah berkat peran anggota mereka, yang menyamar sebagai pilot Afganistan. Namun, berdasarkan keterangan dari saudara kandung pelaku, klaim itu diragukan.

Menurut juru bicara Kementerian Pertahanan Afganistan, pelaku penembakan bernama Ahmad Gul (48). Dia sudah berdinas di militer Afganistan selama 20 tahun.   

Adik pelaku, Mohammad Hassan Sahibi, mengungkapkan bahwa Hassan diketahui tengah stres dengan masalah keuangan.

"Dia mengalami tekanan ekonomi dan dan baru-baru ini menjual rumahnya. Gara-gara tekanan itu dia belakangan tampak kurang normal," kata Sahibi.

Dia menegaskan kakaknya bukanlah pengikut Taliban. "Dia mencintai bangsa dan negerinya. Dia tidak punya kaitan dengan Taliban atau al-Qaeda," kata Sahibi.

Pihak berwenang masih menyelidiki motif penembakan. Namun, menurut keterangan saksi, Hassan sempat berdebat dengan sejumlah warga asing. Tidak diketahui apa yang mereka ributkan.

"Tiba-tiba langsung terjadi penembakan," kata juru bicara Angkatan Udara Afganistan, Kolonel Bahader. "Setelah penembakan, kami melihat sejumlah perwira dan serdadu berlarian keluar gedung. Bahkan ada yang melompat lewat jendela untuk segera menyelamatkan diri," lanjut Bahader.

Presiden Hamid Karzai dan pejabat NATO menyatakan prihatin atas insiden itu dan menyerukan agar segera diselidiki motifnya

0 komentar:

Poskan Komentar