Jumat, 08 April 2011

JEPANG AKAN BANGUN KERETA BAWAH TANAH BEKASI TANGERANG


Bukan hanya Jakarta, namun subway atau kereta bawah tanah atau Mass Rapid Transit (MRT) bakal menjangkau Tangerang dan Bekasi. Hal itu dipastikan setelah pihak Japan International Coorporation Agency (JICA) selaku pemberi modal mengajukan hasil kajian awal mereka mengenai proyek tersebut. Rute yang dinamakan koridor barat ini ditargetkan paling cepat beroperasi pada 2024 dan paling lambat 2027.
Menurut Gubernur DKI, Fauzi Bowo, sesuai dengan perhitungan sementara, terlihat kebutuhan sangat tinggi di jalur timur dan barat. “Memang sejak awal kita meminta MRT tidak hanya mencakup wilayah timur dan barat di wilayah Jakarta saja,” kata Fauzi, usai bertemu dengan menerima Chief Representatife Kohara Motofumi JICA, di Balaikota.
Fauzi menambahkan hasil kajian ini akan dibicarakan dengan pemerintah pusat. Di antaranya Kementerian Keuangan dan Kementerian Perhubungan bersama Pemprov DKI pada akhir April 2011 ini. Diharapkan dalam pertemuan ini, dapat ditentukan pola pembangunan dan financialnya yang tidak jauh berbeda dengan pola pembangunan dan financial pada MRT Koridor Selatan-Utara Tahap I.
Kendati demikian, dia menegaskan belum bisa menentukan rute yang pasti karena harus memperhitungkan kawasan yang padat. Hanya saja direncanakan panjangnya rute akan mencapai 80 kilometer. Di antaranya sebanyak 40 kilometer ada di wilayah DKI Jakarta, selebihnya di dua wilayah tersebut. Begitupun dengan biaya pembangunannya yang hingga kini belum dilakukan perhitungan.
“Rencananya di daerah padat penduduk, stasiun akan dibangun di bawah tanah. Selebihnya akan dibuat stasiun layang seperti di Fatmawati untuk MRT Tahap I. “Untuk daerah Tangerang dan Bekasi akan dibangun stasiun layang,” paparnya.
Sementara itu, Deputi Gubernur DKI Bidang Industri, Perdagangan dan Transportasi, Sutanto Soehodo, mengatakan melihat komitmen tinggi dari JICA, dipastikan Pemprov DKI bersama PT MRT Jakarta akan menembus wilayah Tangerang dan Bekasi. Lebih lanjut dikatakan Sutanto, untuk lakukan kajian studi proyek ini tidak perlu menunggu pembangunan fisik MRT tahap I Lebak Bulus-Bunderan HI selasai.
“Diharapkan kajian studi akan rampung sampai satu tahun, karena pembangunan koridor ini tidak hanya melibatkan satu pemda, melainkan tiga pemerintah daerah,” kata Sutanto.

0 komentar:

Posting Komentar