Minggu, 24 April 2011

IMPLAN PAYUDARA MELETUS SAAT PENERBANGAN


Irena D mungkin menyesal pernah melakukan operasi implan payudara. Bukan hanya lantaran harus membayar mahal, tapi operasi perbesaran hingga ukuran F itu justru membuatnya kehilangan payudara dan jatuh sakit.

Seperti dikutip dari The Register, wanita asal Rusia itu harus menjalani perawatan intensif setelah melakukan penerbangan dari Moskow ke California. Implan payudaranya meletus akibat tak mampu menahan perbedaan tekanan di pesawat, selama penerbangan.

Wanita 45 tahun itu menderita sakit luar biasa saat transit di bandara Los Angeles, pertengahan 2009 silam. Kondisinya gawat saat turun dari sebuah pesawat Aeroflot Boeing 767-300 yang mengangkutnya. Setelah pemeriksaan intensif, dokter mengatakan bahwa sakit itu akibat letusan implan.

Meski demikian, seorang ahli bedah mengatakan, "Kemungkinan besar wanita itu sudah memiliki masalah dengan payudaranya sebelumnya, dan implan meletus karena perbedaan tekanan di pesawat."

Atas musibah itu, Irene harus menghabiskan liburannya di rumah sakit. Ia terpaksa menjalani pengangkatan payudara demi menghentikan peradangan meluas. Ia pun menerima ancaman kesehatan serius jika nekat melakukan perbesaran payudara lagi.

Kasus implan meletus juga pernah menimpa seorang wanita Inggris, Lindsey Easeman. Tahun lalu, wanita 27 tahun ini menjalani pengangkatan payudara setelah implan di payudara bagian kanan meletus sehingga meradang dan membentuk benjolan, tepat setahun pascaoperasi.

Musibah yang menimpa Lindsey terjadi akibat penggunaan implan payudara berbahan Poly Implant Prothese (PIP). Bahan gel berbahaya yang diproduksi perusahaan asal Prancis ini sudah lama ditentang pakar medis karena bisa memicu peradangan serius di area payudara.

Hidup Hancur Usai Implan Payudara Terbesar
 
Kesehatannya memburuk, bangkrut, dan kehilangan keharmonisan rumah tangga.
Sheyla Hershey telah lama terobsesi memiliki payudara penuh. Untuk itu, ia nekat memermak payudaranya dengan ukuran terbesar di dunia, MMM. Namun, itu justru membuat hidupnya hancur.

Sheyla, 31, mengikuti sebuah prosedur berbahaya dengan menanam implan payudara raksasa, Juni tahun lalu. Model asal Brasil ini mengakui obsesinya terhadap payudara besar berbalik menjadi sebuah penderitaan.

Selama beberapa bulan, ia merasa sangat percaya diri dengan penampilan barunya. Namun, sebuah infeksi mematikan membuat dokter mengangkat paksa implannya pertengahan Februari lalu. Kondisi tersebut membuat Sheyla merasa sangat jelek dan ingin mengakhiri hidupnya. Dua kali, ia berniat bunuh diri dengan minum pil tidur.

Setelah kehilangan implan payudara ukuran raksasanya, Sheyla menderita depresi dan gangguan bipolar. Ia pun merencanakan melakukan operasi payudara lain.

Namun, dua hari sebelum operasi pembesaran payudara dengan ukuran FFF dilakukan, Sheyla dilarikan ke sebuah rumah sakit di Texas karena overdosis obat tidur.

Dalam sebuah wawancara, seperti dikutip Herald Sun, Sheyla  yang baru pulih dari koma mengungkap bagaimana obsesinya untuk mempertahankan rekor dunia telah merusak pernikahannya.

Kesehatan yang terpuruk, lumpuhnya finansial keluarga serta kebangkrutan membuatnya hampir meninggalkan anaknya, seorang balita 18 bulan.

"Ketika terbangun dari koma, saya tidak merasakan apa-apa," ujarnya. "Saya tidak mengharapkan orang mengerti, tapi sejujurnya tanpa payudara implan saya merasa sangat tertekan."

Sheyla yang kini berpisah dari suaminya, Derek, mengungkap, keinginan menjadi 'cantik' mengambil alih hidupnya. "Saya menyadari ada bagian diri saya yang akan hilang bila ingin mempertahankan predikat payudara terbesar di dunia. Saya tidak dapat melawannya walaupun itu membahayakan nyawa saya."

Dia pun memperingatkan wanita lain agar tak mengikuti jejaknya.

0 komentar:

Poskan Komentar