Jumat, 22 April 2011

BENTROK KAYU AGUNG 5 ORANG DIPENGGAL KEPALA DI JEJER DI BAK TRUK


KAYUAGUNG - Suasana Desa Sungai Sodong hingga semalam mencekam, pasca terjadinya bentrokan antara warga dengan perusahaan perkebunan,

PT Sumber Wangi Alam (SWA) yang menewaskan sekaligus 7 orang dari warga 2 orang dan 5 orang karyawan perusahaan, Selasa (22/4/2011).

Korban tewas dari warga Sungai Sodong yakni, Indra Syafei (18) dan Matchan (21) itu, bagian kepala nyaris putus dan dihujani tembakan. Sedangkan dari pihak karyawan perusahaan yang tewas ada 5 orang yakni, Hambali, Sabar, Halis, Abdi serta Agus.

Dua korban terakhir kepalanya dipotong. Dan tragisnya potongan kepalanya tadi dijemur bak truk perusahaan secara berjejer.

Seperti diberitakan sebelumnya bentrokan terjadi antara warga dan pihak perusahaan. Kemarahan warga diduga akibat aksi dari pihak perusahaan yang lebih dulu menghabisi dua orang warga.

Pengamatan Sripo (Grup Tribunnews.com) di lapangan, di Desa Sungai Sodong Kecamatan Mesuji tadi, begitu mencekam.

Memang, warga sempat dihalangi oleh petugas untuk melintas dari jalur darat. Tetapi, warga berdatangan dari jalur sungai. Ketika, Sripo menginjakan kaki di Desa Sungai Sodong itu, disambut oleh warga yang sudah bersiap-siap dengan senjata tajam dan pedang di tangan maupun terselip dipinggang.

Tidak hanya itu, warga juga menyimpan senjata tajam mereka dipinggiran hutan untuk mengantisipasi serangan dari pihak perusahaan yang mengerahkan para preman bayaran.

Di rumah korban Indra Syafei dan Matchan tadi masih dipenuhi parakerabat, karena kedua korban rumahnya berdekatan hanya terpisah oleh jalan setapak. Apalagi kedua korban ini masih bersaudara. Jenazah Indra Syafei dan Matchan sebelum sholat Jumat sudah dimakamkan di pemakaman desa.

Setelah pemakaman warga masih berkumpul disekitar rumah korban. Ketika wartawan datang, mereka menyambutnya dengan baik.

Begitu ditanya mengenai kejadian berdarah itu, orang tua korban Ahmat Tutul menceritakan dengan gamblang. "Kejadiannya berawal anak saya ini hendak membeli sesuatu ke desa tetangga. Belum sempat membeli, motor anak saya dihadang oleh preman perusahaan dan terjadilah perkelahian dan akhirnya anak dan keponakan saya tewas dibunuh," kata Ahmad.

Warga yang mengetahuinya memberi kabar warga lain dan akhirnya warga berkumpul dan membawa kedua korban pulang. "Saya tidak tahu lagi pak selanjutnya," kata Ahmad.

Sementara itu, saat Sripo menuju perusahaan yang berjarak 4 kilometer yang ditempuh dengan jalan merah dan berlumpur. Disana tidak ada seorangpun karyawan yang berada di mess. Saat bentrokan kemarin, mess karyawan ini diobrak-abrik warga. Karyawan yang ada di sana kemudian dibunuh secara sadis. Badan diikat di tiang
listrik dan kepalanya dipotong.

Ada juga yang dibuang diperkebunan dengan kondisi sudah disemblih. Kepala karyawan yang disembelih tadi diletakan diatas bak mobil truk.

Mess yang kosong itu kini dijaga Sat Brimob Polda Sumsel Pimpinan Kepala Detasemen (Kaden) A Kompol M Rendra Salipu SIk.

Dari puluhan pintu rumah karyawan perusahaan tadi, semuanya dirusakdan dihancur. Hanya saja satu bangunan yang masih kokoh dan tidak dirusak oleh warga yakni, bangunan masjid. Kalau bangunan lainnyadipecah dan dirusak termasuk kendaraan yang ada di lokasi perusahaanyang ada dibakar hingga tinggalkan puing-puing saja.

"Semua rumah dan kendaraan yang ada disini dirusak warga. Dan ada yang lebih menyedihkan lagi, ada anak yang berusia 2 tahun menangis melihat orang tuanya sudah simbah darah darah didepan teras rumah dari pukul 14.00 hingga pukul 09.00 pagi," kata salah seorang polisi yang minta namanya tidak disebutkan.

Ahirnya lima jenazah berhasil dievakuasi petugas dan dibawa ke RSUD Kayuagung untuk diotopsi.

0 komentar:

Poskan Komentar